LINGGA TERKINI
Kemarau Melanda, Warga Bukit Belah Lingga Rela Begadang Untuk Tampung Air
Musim kemarau yang mulai melanda wilayah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, kini mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat di sejumlah daerah.
Penulis: Febriyuanda | Editor: Mairi Nandarson
Ringkasan Berita:
- Salah satunya terjadi di Desa Bukit Belah, Kecamatan Singkep Barat, di mana warga harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan air bersih
- Dengan membawa ember, jeriken, maupun berbagai wadah penampung lainnya, warga tampak menunggu di sekitar kran rumah untuk menampung air yang keluar sedikit demi sedikit
- Warga pun berharap adanya perhatian dari pihak terkait agar pasokan air bersih dapat lebih stabil, terutama saat musim kemarau melanda
TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Musim kemarau yang mulai melanda wilayah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat di sejumlah daerah.
Salah satunya terjadi di Desa Bukit Belah, Kecamatan Singkep Barat, di mana warga harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Keterbatasan pasokan air membuat sebagian warga terpaksa mengubah pola aktivitas mereka.
Jika biasanya malam hari dimanfaatkan untuk beristirahat, kini justru digunakan untuk menunggu air mengalir dari kran rumah.
Pada siang hari, kran air di rumah-rumah warga hampir tidak mengeluarkan air sama sekali.
Debit air yang sangat minim membuat warga tidak dapat mengandalkan pasokan tersebut untuk aktivitas harian.
Baru pada malam hari, air mulai mengalir secara perlahan, meski dengan jumlah yang terbatas.
Kondisi ini membuat warga harus bersabar menunggu hingga larut malam bahkan sampai dini hari untuk mendapatkan air.
Dengan membawa ember, jeriken, maupun berbagai wadah penampung lainnya, warga tampak menunggu di sekitar kran rumah untuk menampung air yang keluar sedikit demi sedikit.
Air tersebut kemudian disimpan di bak penampungan sebagai persediaan untuk kebutuhan rumah tangga seperti mandi, mencuci, hingga memasak.
Salah seorang warga Desa Bukit Belah, Mardani, mengatakan kondisi ini sudah terjadi sejak musim kemarau mulai terasa di wilayah mereka.
Ia menjelaskan, pada siang hari kran air di rumahnya hampir tidak berfungsi karena tidak ada aliran air yang keluar.
“Kalau siang hari kran sama sekali tidak mengalir. Biasanya kami baru bisa mendapatkan air pada malam hari, itu pun kadang harus menunggu sampai tengah malam,” ujar Mardani saat ditemui, Jumat (6/3/2026) dini hari.
Menurutnya, ketika air mulai mengalir pada malam hari, warga langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menampung air sebanyak mungkin agar dapat digunakan untuk kebutuhan esok hari.
| Warga Malaysia Ikut Jadi Donatur, Bantuan Untuk Suku Laut Melalui Program Lantera Kemenag Lingga |
|
|---|
| Sidang Kasus Lempar Tumbler di Lingga, Terdakwa Vi Mengaku Salah dan Sempat Ingin Damai |
|
|---|
| Larang Main Judi Online di Warungnya, Kedai Kopi Balang di Daik Dapat Apresiasi Kapolres Lingga |
|
|---|
| PLN ULP Dabo Lakukan Pemadaman Bergilir di Lingga, Berikut Waktu dan Lokasinya |
|
|---|
| Warga Desa Mepar Lingga Tagih Janji Sambungan Listrik PLN: Biar Tak Mati Lampu Lagi Saat Lebaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Warga-tampung-air-di-Bukit-Belah-Lingga-karena-kemarau.jpg)