Sabtu, 11 April 2026

LINGGA TERKINI

Kemarau Melanda, Warga Bukit Belah Lingga Rela Begadang Untuk Tampung Air

Musim kemarau yang mulai melanda wilayah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, kini mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat di sejumlah daerah.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Mairi Nandarson
Tribunbatam.id/Istimewa
TAMPUNG AIR - Mardani, warga Desa Bukit Belah di Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, saat menampung air hingga larut, Jumat (6/3/2026). Akibat kemarau, debit air di desanya mengalami penurunan. 

Ringkasan Berita:
  • Salah satunya terjadi di Desa Bukit Belah, Kecamatan Singkep Barat, di mana warga harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan air bersih
  • Dengan membawa ember, jeriken, maupun berbagai wadah penampung lainnya, warga tampak menunggu di sekitar kran rumah untuk menampung air yang keluar sedikit demi sedikit
  • Warga pun berharap adanya perhatian dari pihak terkait agar pasokan air bersih dapat lebih stabil, terutama saat musim kemarau melanda

 

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Musim kemarau yang mulai melanda wilayah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat di sejumlah daerah.

Salah satunya terjadi di Desa Bukit Belah, Kecamatan Singkep Barat, di mana warga harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Keterbatasan pasokan air membuat sebagian warga terpaksa mengubah pola aktivitas mereka.

Jika biasanya malam hari dimanfaatkan untuk beristirahat, kini justru digunakan untuk menunggu air mengalir dari kran rumah.

Pada siang hari, kran air di rumah-rumah warga hampir tidak mengeluarkan air sama sekali.

Debit air yang sangat minim membuat warga tidak dapat mengandalkan pasokan tersebut untuk aktivitas harian.

Baru pada malam hari, air mulai mengalir secara perlahan, meski dengan jumlah yang terbatas.

Kondisi ini membuat warga harus bersabar menunggu hingga larut malam bahkan sampai dini hari untuk mendapatkan air.

Dengan membawa ember, jeriken, maupun berbagai wadah penampung lainnya, warga tampak menunggu di sekitar kran rumah untuk menampung air yang keluar sedikit demi sedikit.

Air tersebut kemudian disimpan di bak penampungan sebagai persediaan untuk kebutuhan rumah tangga seperti mandi, mencuci, hingga memasak.

Salah seorang warga Desa Bukit Belah, Mardani, mengatakan kondisi ini sudah terjadi sejak musim kemarau mulai terasa di wilayah mereka.

Ia menjelaskan, pada siang hari kran air di rumahnya hampir tidak berfungsi karena tidak ada aliran air yang keluar.

“Kalau siang hari kran sama sekali tidak mengalir. Biasanya kami baru bisa mendapatkan air pada malam hari, itu pun kadang harus menunggu sampai tengah malam,” ujar Mardani saat ditemui, Jumat (6/3/2026) dini hari.

Menurutnya, ketika air mulai mengalir pada malam hari, warga langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menampung air sebanyak mungkin agar dapat digunakan untuk kebutuhan esok hari.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved