Rabu, 6 Mei 2026

NELAYAN HILANG DI LINGGA

Pencarian Nelayan Hilang di Lingga Berlanjut, Tim SAR Gabungan Terkendala Cuaca Buruk

Upaya pencarian seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Kepri, sempat terkendala cuaca buruk

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/Dok. SAR Unit Lingga
PENCARIAN NELAYAN LINGGA - Upaya pencarian terhadap Rahman Gani, seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, masih terus berlanjut hingga Minggu (15/3/2026). 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Upaya pencarian seorang nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), masih berlanjut hingga Minggu (15/3/2026).

Tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran di lokasi terakhir korban diduga berada.

Kanit SAR Lingga, Oktarian, mengatakan pada Minggu pagi tim gabungan telah melaksanakan apel persiapan sebelum melanjutkan operasi pencarian.

"Pada pukul 10.30 WIB, tim SAR gabungan telah melaksanakan apel persiapan personel untuk melaksanakan pencarian, dan bergerak menyisiri perairan Sungai Pinang," ungkap Okta saat dikonfirmasi Tribunbatam.id.

Tim terdiri dari tujuh orang SAR Unit Lingga di Penuba, dua orang BPBD, satu orang Babinsa, tiga personel Pos AL Tanjung Buton, dan dua personel Polsek Lingga.

Dalam operasi tersebut, tim menggunakan dua unit armada laut. Yakni satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) milik SAR dan satu unit pompong mesin 4D milik nelayan setempat untuk memperluas area pencarian.

Namun demikian, proses pencarian sempat mengalami keterlambatan akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

“Kendala di lapangan, pencarian sempat terlambat dilaksanakan karena kondisi cuaca hujan disertai angin kencang,” ujarnya.

Sebelumnya, seorang nelayan bernama Rahman Gani (65), warga Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur, dilaporkan hilang setelah pergi menjaring ikan pada Jumat (13/3/2026) sekira pukul 19.00 WIB.

Kekhawatiran muncul setelah korban tidak kunjung pulang hingga Sabtu (14/3/2026) sore.

Pihak keluarga bersama masyarakat kemudian melakukan pencarian awal secara mandiri.

Dalam pencarian tersebut, warga hanya menemukan jaring milik korban pada Sabtu pagi sekira pukul 07.00 WIB.

Namun, hingga kini korban beserta perahunya masih belum ditemukan.

Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian dengan menyisir area perairan sekitar lokasi penemuan jaring korban, sembari berharap korban dapat segera ditemukan. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved