Minggu, 7 Juni 2026

Nelayan Tanjung Ambat Lingga Kian Terjepit, Tangkapan Menyusut, Harga Ikan Turun

Harga ikan turun dan tangkapan berkurang di Tanjung Ambat, Desa Pulau Batang, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Tayang:
Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/Istimewa
TEMPAT PENAMPUNGAN IKAN - Aktivitas penampungan tangkapan laut di Tanjung Ambat, Desa Pulau Batang, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Nasib nelayan di Tanjung Ambat kian terjepit. Hasil tangkapan ikan berkurang, harga jual pun kini melemah 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Deretan perahu nelayan tampak bersandar di pesisir Tanjung Ambat, Desa Pulau Batang, Kecamatan Temiang Pesisir, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Aktivitas di tempat penampungan ikan masih berlangsung seperti biasa. Namun suasana yang dirasakan para nelayan jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Mereka kini harus menghadapi kenyataan pahit. Hasil tangkapan yang semakin sedikit, beriringan dengan harga jual ikan dan sotong yang terus melemah.

Sejak beberapa bulan terakhir, para nelayan mengaku harus menghabiskan waktu lebih lama di laut untuk mendapatkan hasil yang dahulu bisa diperoleh dalam waktu singkat.

Bahkan, sebagian di antaranya mulai memilih meninggalkan pekerjaan sebagai nelayan dan mencari penghasilan di luar daerah. Itu karena hasil melaut dinilai tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan keluarga.

Kondisi tersebut dibenarkan Ibrahim (45), seorang penampung ikan di Tanjung Ambat.

Di tempat usahanya yang setiap hari menjadi tujuan nelayan menjual hasil tangkapan, ia menyaksikan langsung bagaimana pendapatan masyarakat pesisir terus menurun.

Menurut Ibrahim, penurunan harga ikan dan sotong jenis comik sudah berlangsung sejak Februari 2026.

Meski penurunannya tidak terlalu besar, dampaknya sangat terasa karena terjadi di tengah menurunnya jumlah hasil tangkapan nelayan.

“Nelayan sekarang semakin sulit mendapatkan ikan. Sementara harga jual juga turun. Banyak yang akhirnya memilih bekerja ke luar daerah karena hasil melaut di sekitar sini sudah tidak seperti dulu lagi,” ujarnya baru-baru ini.

Ia menjelaskan, rendahnya harga di tingkat lokal dipengaruhi masuknya pasokan dari luar daerah yang dijual dengan harga lebih murah.

Akibatnya, para penampung di Tanjung Ambat tidak memiliki banyak pilihan selain mengikuti harga pasar yang berlaku.

Padahal, menurutnya, sejumlah jenis ikan memiliki nilai jual lebih tinggi apabila dipasarkan ke kota-kota seperti Tanjungpinang atau Batam.

Namun, keterbatasan akses pemasaran membuat tidak semua hasil tangkapan nelayan dapat dijual ke pasar yang menawarkan harga lebih baik.

Di tengah tekanan harga tersebut, para nelayan juga harus menghadapi berkurangnya hasil tangkapan saat memasuki musim timur.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved