Selasa, 14 April 2026

KECELAKAAN MAUT DI NATUNA

Ini Identitas Korban Kecelakaan Maut di Jembatan Silas Natuna, Dua Anak Tewas di TKP

Identitas korban kecelakaan maut di Jembatan SIlas Natuna diungkap polisi. Dari tiga orang di motor nahas itu, dua orang di antaranya meninggal dunia.

Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Dok. Warga
KECELAKAAN MAUT DI NATUNA - Tangkapan layar video warga yang memperlihatkan situasi usai kecelakaan yang menewaskan dua orang anak di Jembatan Silas, Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Natuna, Kamis (26/3/2026). Berikut identitas lengkap korban. 

Ringkasan Berita:
  • Identitas korban selamat dan tewas kecelakaan maut di Jembatan Silas Natuna diungkap polisi
  • Dalam kecelakaan maut itu, dua anak; seorang remaja laki-laki dan bocah perempuan meninggal di tempat
  • Satu orang dewasa selamat dalam kejadian ini. Korban selamat merupakan ibu dan nenek dari korban tewas


NATUNA, TRIBUNBATAM.id
- Identitas korban kecelakaan maut di Jembatan Silas, Desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (26/3/2026) pagi, diungkap polisi. 

Kecelakaan tunggal tersebut melibatkan satu keluarga yang berasal dari Kampung Teluk Depeh, Desa Cemaga Selatan, Kecamatan Bunguran Selatan. Saat kejadian, sepeda motor ditumpangi tiga orang.

Dua korban yang meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP) diketahui masih anak di bawah umur, yakni MS (15), pelajar kelas IX SMP yang menjadi pengendara, serta Nu (6), seorang anak perempuan yang duduk di bagian depan.

Keduanya meninggal dunia setelah mengalami luka berat di bagian kepala akibat benturan keras.

Sementara itu, satu korban lainnya bernama Salbiah (49), seorang ibu rumah tangga, berhasil selamat dan saat ini masih dalam penanganan medis di RSUD Natuna.

Hal itu disampaikan Kasat Lantas Polres Natuna, AKP Erwan Toni.

Ia menyebut kecelakaan tunggal ini melibatkan tiga orang dalam satu kendaraan roda dua.

“Motor berisikan tiga orang, yakni seorang ibu bernama Salbiah usia 49 tahun, dan dua orang yang masih anak-anak, masing-masing usia 15 dan 6 tahun,” ungkapnya, Jumat (27/3/2026). 

Ia menegaskan, peristiwa ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian, terutama terkait keselamatan berkendara bagi anak di bawah umur.

"Yang mengendarai motor itu anak dibawah umur. Dalam kecelakaan ini dua orang anak meninggal dunia. Dan ibunya selamat," ujarnya. 

Lebih lanjut, Kasatlantas menegaskan peran orang tua sangat penting dalam mencegah anak mengendarai kendaraan sebelum memenuhi syarat usia dan kemampuan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar tidak mengizinkan anak di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengingatkan pentingnya penggunaan helm bagi pengendara maupun penumpang.

“Gunakan helm setiap berkendara, meskipun jarak dekat. Helm dapat meminimalisir risiko cedera fatal,” pungkasnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan raya harus menjadi perhatian bersama, terutama dalam melindungi anak-anak dari risiko kecelakaan fatal.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved