Minggu, 3 Mei 2026

KARHUTLA DI NATUNA

Karhutla di Natuna, 20 Hektare Lahan Warga di Teluk Buton Hangus Dilalap Api Sabtu Sore

Karhutla kembali terjadi di Kabupaten Natuna, di tengah cuaca panas terik yang membuat lahan semakin kering.

Tayang:
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Mairi Nandarson
Tribun Batam/Ist
KARHUTLA - Petugas dan warga saat berjibaku menjinakkan api yang melahap lahan seluas 20 hektare milik warga di Desa Teluk Buton, Kecamatan Bunguran Utara, Sabtu (18/4/2026) sore.  

TRIBUNBATAM.NATUNA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (18/4/2026) sore, di tengah cuaca panas terik yang membuat lahan semakin kering dan rawan terbakar.

Kali ini, lahan milik warga di Desa Teluk Buton, Kecamatan Bunguran Utara, yang dilahap si jago merah pada Sabtu (18/4/2026) sore. 

Api diketahui menghanguskan sedikitnya 20 hektare lahan, yang ditanami rumput liar, pohon kelapa dan tanaman warga. 

Kondisi geografis yang jauh dari pusat Kota Ranai membuat proses penanganan berlangsung cukup menantang. 

Petugas damkar harus bergerak cepat mengejar waktu agar api tidak meluas lebih jauh.

Beruntung, lokasi kebakaran yang berada dekat permukiman itu tidak sampai merembet ke rumah warga.

Petugas bersama masyarakat terlihat bahu-membahu melakukan pemadaman di tengah kepulan asap tebal dan lahan yang sudah gosong. 

Sejumlah warga turut membantu menarik selang bersama petugas untuk menyiram titik api yang masih menyala.

Kasi Sarpras Pengolahan Data dan Informasi Disdamkarmat Natuna, Nurhakim, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 14.20 WIB.

Setelah laporan diterima, satu unit armada langsung dikerahkan ke lokasi. 

“Awal pemadaman itu baru dimulai pukul 15.24 WIB. Jarak tempuh cukup jauh dan api berhasil dikendalikan sekitar tiga jam lebih atau pukul 18.45 WIB,” ujarnya kepada tribunbatam.id, Minggu (19/4/2026). 

Ia menyebut, lahan yang terbakar cukup luas dengan total sekitar 20 hektare. Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui.

“Pihak yang terlibat penanganan ada Babinsa, TNI, masyarakat desa, dan kami sangat mengapresiasi warga yang aktif membantu petugas di lapangan,” katanya.

Nurhakim menegaskan, saat ini Natuna masih berstatus siaga darurat karhutla. 

Kondisi tersebut membuat potensi kebakaran lahan masih terus mengancam, bahkan hampir setiap hari muncul kejadian serupa.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved