Jumat, 8 Mei 2026

Harga LPG Naik, Pelaku UMKM di Natuna Dilema, Serba Salah Mau Naikkan Harga

Kenaikan harga LPG non subsidi di Kabupaten Natuna, mulai membuat warga tertekan, terutama pelaku usaha kecil

Tayang:
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/Birri Fikrudin
UMKM DI NATUNA - Salah satu UMKM MR Chicken di Jalan Hang Tuah, Ranai. Pelaku UMKM mengaku dibuat dilema dan tertekan dengan kenaikan harga LPG 12 Kg. Foto diambil Rabu (22/4/2026). 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Kenaikan harga Liquified Petroleum Gas atau LPG non subsidi di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai membuat warga tertekan, terutama pelaku usaha kecil.

Tak hanya rumah tangga, lonjakan harga LPG 12 kilogram yang kini mencapai Rp285 ribu di tingkat agen, bahkan mendekati Rp300 ribu di tingkat pengecer, membuat pelaku UMKM di Natuna harus memutar otak untuk bertahan.

Di tengah kondisi ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya stabil, tambahan biaya operasional ini menjadi beban baru yang cukup berat.

Lisa, pelaku UMKM MR Chicken di Jalan Hang Tuah, Ranai, mengaku baru mengetahui kenaikan harga tersebut dari agen.

“Kita memang pakai gas 12 kilo. Tadi baru dikasih tahu kalau harga naik. Sekarang stok masih ada, jadi belum beli,” ujarnya kepada Tribunbatam.id, Rabu (22/4/2026)

Meski belum merasakan langsung dampaknya, ia mengaku sudah mulai menghitung kemungkinan kenaikan harga jual produknya.

“Kalau begini kita juga bingung. Ujung-ujungnya produk kita naikkan harga. Plastik juga lagi naik, minyak, sekarang gas lagi yang naik,” katanya.

Menurutnya, penyesuaian harga kemungkinan tidak terlalu besar, namun tetap berpengaruh terhadap daya beli pelanggan.

“Kalau naik paling sekitar seribu sampai dua ribu. Tapi dampaknya pasti ada, omzet bisa berkurang,” ujar Lisa.

Ia pun berharap harga LPG bisa kembali normal agar usaha kecil seperti miliknya tidak semakin tertekan.

“Harapannya tentu harga bisa turun lagi, karena ini cukup berat bagi kami,” ungkapnya.

Keluhan serupa juga disampaikan salah satu pemilik rumah makan di Jalan Soekarno Hatta, Rani.

Ia mengaku belum membeli LPG dengan harga terbaru, namun sudah mengetahui adanya kenaikan.

“Saya belum beli, tapi dengar-dengar sudah naik. Biasanya beli Rp250 ribu, sekarang katanya hampir Rp300 ribu,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan tersebut jelas akan memberatkan dan berdampak pada usaha yang dijalankan sehari-hari.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved