Minggu, 10 Mei 2026

Mobil Tertimpa Dump Truk Muatan Batu, Azzam Meninggal di Tempat

Petugas pengawas Hauling PT RMK, tewas setelah mobil yang ia kendarai tertimpa dump truk bermuatan batu krokos di Kabupaten Muara Enim

Tayang:
Dokumentasi Polres Muara Enim
TEWAS KECELAKAAN KERJA -- Anggota polisi memeriksa kendaraan mobil yang rusak parah usai tertimpa dump truk di kawasan kerja PT RMK di di Jalan Hauling Km 27,500, Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sabtu (25/10/2025). Kecelakaan kerja ini menyebabkan satu korban jiwa. 

TRIBUNBATAM.id - Azzam (26), petugas pengawas Hauling PT RMK, tewas setelah mobil yang ia kendarai tertimpa dump truk bermuatan batu krokos di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan Sabtu (25/10/2025) sekitar pagi. 

Dump truk itu disopiri Amar Hilmi (30) warga Desa Danau Rata, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim. 

Truk merupakan milik PT Muara Lintas Darmo.

Kapolres Muara Enim AKBP Jhoni Eka Putra melalui Kasi Humas AKP RTM Situmorang, mengatakan, lokasi kecelakaan kerja maut itu berada di Jalan Hauling Km 27,500, Desa Karang Raja, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim. 

"Kejadian tersebut bermula pada saat Amar Hilmi yang merupakan sopir unit mobil DT MLD warna Putih dengan nomor lambung MLD 180, pada Sabtu tanggal 25 Oktober 2025 sekitar pukul 08.00 WIB, mengikuti kendaraan lain yang mulai berjalan hendak menuju ke tempat pembongkaran," ujarnya, Minggu (26/10/2025). 

Dalam perjalanan, mereka berpapasan dengan mobil Triton LV 20130 RMKO dengan plat KT 8944 RR yang dikendarai korban Azzam yang bertugas sebagai Petugas pengawas Hauling PT RMK.

"Di mana korban menyusul mobil Dump truck yang dikendarai Amar Hilmi ketika akan menanjak," jelasnya. 

Namun ketika saat di turunan, Amar Hilmi melihat mobil yang dikendarai korban sudah ada di bawah turunan hendak berbelok ke kanan. 

Kondisi jalan sebelah kiri ramai dengan antrean mobil yang juga hendak melakukan pembongkaran.

Sedangkan di jalur sebelah kanan terdapat mobil Dump Truck warna Hijau milik PT RMK yang membawa batubara hendak berbelok ke kiri menaiki tanjakan tersebut sehingga korban terpaksa menghentikan mobilnya di turunan tersebut. 

Namun meski kendaraan telah dilakukan pengereman ternyata mobil  tersebut tidak dapat berhenti sehingga Amar Hilmi berusaha mengingatkan mobil yang dikendarai oleh korban dengan cara mengklakson dengan tujuan memberikan sinyal kepada korban untuk menyelamatkan diri.

"Namun mungkin sinyal tersebut kurang dipahami oleh korban, sehingga Amir Hilmi terpaksa membantingkan stir mobil yang dikendarainya ke arah kanan yang mengakibatkan mobil tersebut terguling ke sebelah kiri dan menimpa mobil yang dikendarai korban atas kejadian tersebut korban meninggal dunia di tempat dengan kondisi kendaraannya rusak berat," jelasnya. 

Dari hasil olah TKP, lanjut Kasi Humas, terdapatnya lima unit mobil DT yang bermuatan batu krokos sedang mengantre memakan bahu jalan tepatnya di persimpangan atau di lokasi kejadian. 

Kemudian tidak adanya petugas yang mengatur atau mengawasi di jalur persimpangan tempat terparkirnya lima unit DT dan satu unit LV yang dikendarai korban serta tidak adanya rambu - rambu yang terpasang di persimpangan tersebut.

"Untuk barang bukti kendaraan DT dan LV belum dievakuasi dikarenakan menunggu investigasi dari pihak inspektur tambang yang direncanakan besok akan turun bersama pihak HSE WSL dan RMK," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved