Kamis, 21 Mei 2026

2 Kasus Mobil MBG Kecelakaan di Jakarta dan Pekalongan, Paling Parah Tabrak 20 Siswa

mobil MBG tersebut terbalik di jalan raya Desa Pakisputih, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Tayang:
Editor: Khistian Tauqid
Tribunnews.com/TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
OLAH TKP - Polisi melakukan olah TKP di halaman SDN Kalibaru 01 Pagi yang menjadi lokasi kecelakaan mobil MBG menabrak pelajar, Kamis (11/12/2025). Kecelakaan mobil pengangkut makan bergizi gratis (MBG) ternyata terjadi di beberapa daerah di Indonesia yaitu Jakarta dan Pekalongan hanya dalam kurun waktu dua hari. 

TRIBUNBATAM.id - Kecelakaan mobil pengangkut makan bergizi gratis (MBG) ternyata terjadi di beberapa daerah di Indonesia yaitu Jakarta dan Pekalongan hanya dalam kurun waktu dua hari.

Khusus untuk kecelakaan mobil MBG di Jakarta menjadi yang paling parah karena manabrak 21 siswa dan guru SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara.

Insiden tersebut terjadi ketika murid-murid sedang kegiatan literasi pagi, pada Kamis (11/12/2025).

Sedangkan kecelakaan mobil MBG yang terbaru terjadi di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Jumat (12/12/2025).

Mobil MBG yang seharusnya mengantarkan ratusan porsi makanan untuk anak-anak TK, SD, dan penerima Posyandu di Kabupaten Pekalongan batal disalurkan.

Tak disangka, mobil MBG tersebut terbalik di jalan raya Desa Pakisputih, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, Ipung Sunaryo, mengonfirmasi insiden kecelakaan mobil MBG itu.

"Informasi dari koordinator BGN (Badan Gizi Nasional), memang benar ada kecelakaan mobil SPPG. Mobil tersebut akan menuju ke TK NU Pakisputih dan satuan pendidikan lainnya," ujarnya.

Selain itu, Ipung juga menjelaskan bahwa seluruh makanan yang dibawa tidak dapat didistribusikan karena sudah tidak layak.

"Kondisi makanan sudah tidak layak lagi. Jadi, tidak ada penggantian makanan pada hari ini," jelasnya.

Tercatat, delapan titik terdampak tidak menerima jatah makanan. Seharusnya, total 569 porsi kecil, 388 porsi besar, dan 18 porsi sampel dikirimkan ke lokasi-lokasi berikut:

  • TK NU Muslimat Pakisputih (82 porsi kecil, 2 sampel)
  • TK Pertiwi Tosoran (52 porsi kecil, 2 sampel)
  • SDN Tosoran (68 porsi kecil, 81 porsi besar, 2 sampel)
  • TK NU Muslimat Langkap (50 porsi kecil, 2 sampel)
  • SDN 01 Langkap (95 porsi kecil, 116 porsi besar, 2 sampel)
  • SDN 02 Langkap (71 porsi kecil, 65 porsi besar, 2 sampel)
  • Posyandu Pakisputih (104 porsi kecil, 126 porsi besar, 2 sampel)
  • TK Pertiwi Langkap (47 porsi kecil, 2 sampel)

Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi perhatian serius.

"Kejadian ini untuk evaluasi kita. Segera kami koordinasikan dengan Korwil BGN untuk penertiban di tiap SPPG agar mematuhi setiap SOP yang ada," tegasnya.

Pihaknya memastikan, langkah evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa, serta menjamin kelancaran layanan MBG ke depan, terutama bagi anak-anak dan warga penerima manfaat. 

kondisi mobil SPPG yang terbalik di Desa Pakisputih, Kabupaten Pekalongan.
MOBIL SPPG TERBALIK - Kasatlantas Polres Pekalongan AKP Ronny Hidayat, didampingi Kanit Gakkum Ipda Ambar saat melihat kondisi mobil SPPG yang terbalik di Desa Pakisputih, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Baca juga: Alibi Sopir Mobil MBG Tabrak 20 Siswa SDN Kalibaru 01, Ngaku Tidak Buru-buru

Sopir Tidak Punya SIM

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved