BENCANA ALAM DI SUMBAR
Pasca Banjir Bandang Sumbar, Kesehatan Mental Anak Jadi Perhatian Serius IDAI
Anak-anak yang selamat dari bencana tidak hanya kehilangan rumah dan lingkungan bermain, tetapi juga harus menghadapi trauma mendalam akibat
“Relawan dan tenaga kesehatan harus kreatif. Mengajak anak melipat kertas atau memberikan mainan kesukaan seperti tokoh superhero bisa memberi dampak positif,” tambahnya.
Selain bermain, aspek spiritual juga dinilai memiliki peran penting dalam proses pemulihan mental anak pascabencana. Menurut dr Piprim, pemulihan trauma anak membutuhkan kerja sama semua pihak, mulai dari tenaga kesehatan, relawan, keluarga, hingga masyarakat.
Dengan pendekatan yang tepat, penuh empati, dan berkelanjutan, diharapkan anak-anak korban bencana dapat kembali tumbuh sehat, baik secara fisik maupun mental.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Bencana di Sumbar Tak Kunjung Henti, Sungai Batu Busuak Meluap, Pemukiman Kembali Dihantam Air Deras |
|
|---|
| Warga Maninjau Sumbar Kembali Dihantam Galodo, Kerusakan Rumah Bertambah, Jalan Putus |
|
|---|
| Aki Alat Berat Dicuri, Warga Padang Angkat Batu dengan Tangan Demi Selamatkan Rumah |
|
|---|
| Presiden Prabowo Intuksikan 545 Huntara Untuk Korban Galodo Agam Harus Tuntas Dalam Sebulan |
|
|---|
| Tangis Ketua IJTI Korwil Sumatera Pecah Bertemu Korban Galodo di Malalo: Mereka Tak Punya Apa-apa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Dampak-kerusakan-materil-yang-terjadi-akibat-banjir-bandang-di-Kecamatan-Malalak-Agam.jpg)