Guru Ngaji Ketagihan Judol Malah Bunuh Teman, Gondol Uang Korban setelah Ditikam
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Indra Waspada mengatakan bahwa Abdul Mugni kini ditetapkan menjadi tersangka.
TRIBUNBATAM.id - Misteri kematian Abdul Aziz (19), pria yang ditemukan tewas di semak-semak Desa Jangungeun, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten, berhasil dipecahkan oleh polisi.
Abdul Aziz ternyata dibunuh oleh pelaku bernama Muhammad Abdul Mugni (32), yang merupakan guru ngaji.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Indra Waspada mengatakan bahwa Abdul Mugni kini ditetapkan menjadi tersangka.
Kombes Pol Indra juga membeberkan sosok pelaku yang bukan cuma sebagai pengajar agama, tapi juga lulusan salah satu universitas Islam di Serang, Banten.
Sedangkan untuk pemicu pelaku melakukan pembunuhan karena masalah utang dan kecanduan judi online.
Abdul Mugni memiliki utang sebesar Rp1.400.000 yang terus ditagih korban.
Ternyata uang tersebut digunakan pelaku untuk bermain judi daring.
“Korban yang bekerja di konter handphone menagih utang pelaku. Pada Jumat, 26 Desember 2025, pelaku sempat datang beberapa kali ke konter korban untuk mengisi saldo judi online, masing-masing sebesar Rp400 ribu, Rp600 ribu, dan Rp400 ribu,” ujar Indra kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).
Pelaku akhirnya tertekan Ketika korban sempat mengancam akan melaporkan ke pihak kepolisian apabila utang tidak segera dibayar.
"Korban menagih dan sempat mengancam akan melaporkannya ke polisi jika pelaku tidak membayar hutangnya tersebut. Karena merasa terancam, pelaku akhirnya berencana untuk membunuh korban," katanya.
Baca juga: Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS Cilegon Berhasil Ditangkap, Ternyata Lagi Mencuri di Rumah DPRD
Setelahnya pelaku meminta diantar korban menggunakan sepeda motor dengan dalih pergi ke rumah kakaknya untuk membayar utang tersebut.
Sesampainya di lokasi kejadian, pelaku yang dibonceng meminta korban menghentikan motornya. Pelaku beralasan ingin buang air kecil.
Akan tetapi saat korban lengah pelaku langsung menusuk korban menggunakan pisau beberapa kali hingga tewas.
Setelah membunuh dan meninggalkan korban di semak-semak, pelaku langsung kabur dengan membawa sepeda motor korban, uang tunai dan dua unit handphone.
"Pelaku membuang motor korban ke danau Pemda Tigaraksa pada malam itu juga. Selanjutnya pelaku langsung berangkat menuju Serang, Banten menggunakan KRL untuk bersembunyi," kata Indra.
| Seragam Basah Kapolres Natuna di Tengah Duka Pantai Piwang, AKBP Novyan Turun Cari Bocah Tenggelam |
|
|---|
| Dua Sahabat Malah Kompak Jualan Sabu-Sabu di Bintan, Masalah Ekonomi Jadi Alasannya |
|
|---|
| Mantan Istri Bongkar Tabiat Tersangka Pembunuhan di Lingga, Jadi Korban KDRT Hingga Kabur ke Jawa |
|
|---|
| Tangis Ida Pecah Saat Anaknya Tenggelam di Pantai Piwang Natuna: Biarlah Saya yang Mati |
|
|---|
| Warga Tanjungpinang Kaget Kontrakan Jadi Markas Judol Jaringan Kamboja, Yandi: Sudah 5 Bulan Tinggal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/23112019_ilustrasi-pembunuhan-4.jpg)