Video Call dengan Oknum Ngaku Petugas Pajak, Tabungan Dokter Terkuras Rp 2 Miliar
Tabungan seorang dokter inisial DT terkuras hingga Rp 2 miliar usai video call dengan seseorang yang mengaku sebagai petugas pajak.
TRIBUNBATAM.id - Tabungan seorang dokter inisial DT terkuras hingga Rp 2 miliar usai video call dengan seseorang yang mengaku sebagai petugas pajak.
Anehnya kasus itu terjadi selang satu hari setelah ia mendatangi KPP Pratama Medan Polonia.
Kisah pilu dokter asal Medan, Sumatera Utara ini bermula saat ia menerima Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan Keterangan (SP2DK) dari KPP Pratama Medan Polonia pada 10 Oktober 2025.
Surat tersebut meminta klarifikasi data perpajakan.
Menindaklanjuti surat itu, korban mendatangi KPP Pratama Medan Polonia dan bertemu dengan seorang pegawai berinisial AR untuk memberikan penjelasan data.
Namun, keesokan harinya, DT menerima pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang mengaku sebagai petugas pajak.
Pengirim pesan tersebut menggunakan foto profil berlogo Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan mengirimkan file berkop surat seolah berasal dari DJP Kementerian Keuangan RI.
Dalam pesan itu, pelaku menyebutkan adanya kesalahan data alamat rumah korban dalam sistem pajak yang harus segera diperbaiki.
Pelaku kemudian menawarkan dua opsi perbaikan, yakni datang langsung ke kantor pajak atau dilakukan secara daring dengan panduan sekitar 20 menit.
Korban memilih proses daring.
Diarahkan Unduh Aplikasi Coretax
Pelaku lalu mengarahkan korban melakukan video call (vC) melalui ponsel dan laptop dengan fitur share screen.
Korban diminta mengunduh aplikasi bernama Coretax melalui tautan yang diarahkan ke laman menyerupai Play Store.
Aplikasi yang diunduh korban berjudul CORETAX1_0_69_20251029.apk.
Setelah file diinstal dan korban membuat ID serta kata sandi, proses unduhan terlihat berjalan tidak normal hingga memakan waktu hampir satu jam.
“Di sinilah proses pembobolan rekening diduga sedang berlangsung. Pelaku terus mengingatkan agar layar ponsel tidak disentuh,” ujar DT.
| Investasi India di Batam Tembus Rp258,6 M dalam 10 Tahun, Jadi Tiga Besar Tujuan Ekspor |
|
|---|
| Pilu Warga Batam, Nabung Bertahun-tahun demi Punya Tanah Berujung Rugi Ratusan Juta |
|
|---|
| Harapan Punya Rumah Pupus, Belasan Warga Batam Laporkan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Kepri |
|
|---|
| Viral Penipuan Orderan Fiktif di Natuna, Sejumlah Pelaku UMKM Alami Kerugian |
|
|---|
| Dua Kali Mangkir, Terlapor Kasus Dugaan Penipuan Jual Beli Mobil di Batam Dicari Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Ilustrasi-penipuan-wanita-berpura-meninggal-akibat-kecelakaan-gegara-utang.jpg)