Senin, 27 April 2026

PERANG AMERIKA VS IRAN

Donald Trump Kena Iritasi Kulit di Tengah Gempur Iran

Di tengah perang dengan Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkena penyakit kulit.

Istimewa/ist
Di tengah perang dengan Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkena penyakit kulit. Bercak merah di leher Donald Trump terlihat jelas. 

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump terkena iritasi kulit
  • Momen genting melawan Iran
  • Kondisi kesehatan tuai sorotan

 

TRIBUNBATAM.id -   Di tengah perang dengan Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkena penyakit kulit.

Bercak merah di leher Donald Trump terlihat jelas.

Ruam-ruam di leher samping itu kini sedang diobati dengan krim kulit biasa.

Begitu menurut dokter Gedung Putih, yang menggambarkan perawatan tersebut sebagai tindakan pencegahan.

Ruam merah di leher Trump diambil para fotografer saat Trump menghadiri upacara pemberian Medali Kehormatan di Gedung Putih pada Senin (2/3/2026) lalu.

Terlihat bercak merah yang mencolok di sisi kanan leher presiden tepat di atas garis kerah, yang memicu pertanyaan tentang kesehatan pemimpin berusia 79 tahun itu .

Dokter Gedung Putih Dr. Sean Barbabella mengatakan bahwa bercak kemerahan tersebut terkait dengan perawatan dermatologis rutin.

“Presiden Trump menggunakan krim yang sangat umum di sisi kanan lehernya, yang merupakan perawatan kulit pencegahan, yang diresepkan oleh dokter Gedung Putih,” kata Barbabella.

Dia menambahkan bahwa pengobatan tersebut akan bersifat jangka pendek, tetapi kemerahan yang terlihat bisa bertahan lama.

“Presiden menggunakan perawatan ini selama satu minggu dan kemerahan diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu,” kata Barbabella.

Terlepas dari penjelasan tersebut, Gedung Putih menolak memberikan informasi tambahan tentang kondisi Trump yang sedang diobati. 

Sekretaris Pers Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan  tidak memiliki hal lain untuk ditambahkan selain pernyataan dokter.

“Saya tidak memiliki detail tambahan selain yang disampaikan dokter,” katanya ketika ditanya tentang alasan perawatan tersebut.

Menurut Associated Press, pemeriksaan fisik Trump pada April 2025 mencantumkan penggunaan krim mometasone, steroid topikal yang sering diresepkan untuk iritasi atau peradangan kulit, sebagai kebutuhan untuk kondisi yang tidak ditentukan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved