Kamis, 21 Mei 2026

Perang Amerika vs Iran, Pertamina Jamin Stok BBM Tak Akan Habis dalam 21 Hari

PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa pasokan BBM aman. Lantas bagaimana dengan stok BBM tersisa 21 hari?

Tayang:
x.com/pertamina
SPBU - PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa pasokan BBM aman 

TRIBUNBATAM.id -PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa pasokan BBM aman. Lantas bagaimana dengan stok BBM tersisa 21 hari?

Keberadaan BBM menjadi sorotan sebagai imbas perang Amerika-Israel melawan Iran.

Iran menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur pasokan minyak di dunia.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menjelaskan, sesuai dengan aturan pemerintah, Pertamina telah mengamankan cadangan energi nasional di atas level minimum, yakni berkisar 21-23 hari.

Bahkan, pada produk tertentu cadangannya hingga 35 hari.

Namun setelah 21-23 hari, bukan berarti cadangan BBM habis total, sebab Pertamina mempertahankan cadangan di level aman dengan terus melakukan penambahan pasokan. "

Acuan cadangan pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan. Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus mengalami pergerakan, sehingga Pertamina terus menjaga cadangan di atas level minimum," ujar Baron dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/3/2026).

"Ini menjadi langkah mitigasi risiko dan bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi," imbuh dia.

Menurutnya, monitoring pasokan dilakukan secara ketat melalui Pertamina Digital Hub, sistem pengawasan dan pengendalian pasokan energi Pertamina yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Pertamina Digital Hub juga menjadi salah satu strategi perseroan untuk menjaga level cadangan energi, supaya secara konsisten tersedia setiap waktu. Pada sektor hulu, operasional dipastikan berjalan sesuai standar, sehingga target operasional dari masing-masing entitas dapat terjaga.

 Sementara pada sektor hilir, Pertamina mampu memonitor pergerakan kapal yang membawa produk ataupun minyak mentah, atau proyeksi ketibaan pengadaan produk atau minyak mentah tersebut, untuk kemudian diolah di enam kilang milik perusahaan.

 "Optimalisasi operasional kilang dalam negeri terus dilakukan guna mendukung ketahanan energi nasional," ucapnya.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun memastikan pasokan operasional yang dimaksud tersebut merupakan pasokan BBM yang disimpan dan sudah memenuhi kapasitas penimbunan BBM secara nasional yang akan disalurkan kepada masyarakat.

Meski demikian, jumlah pasokan tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui atau dipenuhi kembali sesuai dengan kebutuhan konsumsi energi masyarakat.

"Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional," kata Roberth dalam keterangan resminya, Jumat (6/3/2026).

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved