PERANG AMERIKA VS IRAN
Netanyahu Pidato saat Israel Dihujani Rudal Iran, Gantian Ancam Mojtaba Khamenei
Terlihat Netanyahu memberikan pidato pertama sejak perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran meletus.
"Kami bertujuan untuk menghentikan Iran memindahkan proyek nuklir dan rudal balistik ke bawah tanah," kata Netanyahu.
Netanyahu pun bersumpah untuk terus menyerang Hizbullah Lebanon setelah kelompok yang didukung Iran itu melepaskan tembakan pada 2 Maret 2026.
Ketika ditanya tentang kemungkinan pendudukan militer atas wilayah Lebanon, Netanyahu mengaku dirinya telah berbicara dengan pemerintah Lebanon dan "mengatakan kepada mereka, "kalian sedang bermain api."
"Kami akan menuntut harga yang mahal dari Hezbollah. Dan saya harap pemerintah Lebanon mendukung kami," ujar Netanyahu.
Ketika ditanya tentang Mojtaba Khamenei dan pemimpin Hizbullah Naim Qassem, Netanyahu memberikan ancaman.
"Saya tidak akan mengeluarkan polis asuransi jiwa untuk mereka. Saya tidak bermaksud memberikan pesan pasti di sini tentang apa yang kami rencanakan atau apa yang akan kami lakukan," ujarnya.
Ia tidak mengungkapkan apakah Israel mempersenjatai para demonstran Iran atau tidak, tetapi mengatakan "Kita dapat menciptakan kondisi untuk perubahan rezim, tetapi terserah kepada rakyat Iran untuk turun ke jalan."
Mojtaba Khamenei Bersumpah Balas Dendam
Terpisah Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei, mengungkap dirinya bersumpah bahwa Iran tidak akan berhenti membalas dendam atas darah para syuhada.
“Saya meyakinkan semua orang bahwa kami tidak akan mengabaikan pembalasan atas darah para syuhada Anda. Pembalasan yang kami maksudkan tidak hanya terkait dengan wafatnya Pemimpin Revolusi, melainkan, setiap anggota bangsa yang gugur sebagai syuhada oleh musuh adalah subjek terpisah untuk berkas pembalasan,” kata Mojtaba Khamenei.
“Tanda apa pun yang Kami hapuskan atau Kami lupakan, Kami akan mendatangkan tanda yang lebih baik atau serupa dengannya,” ucapnya.
Tak lama setelah pernyataan Mojtaba Khamenei tersiar, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran pun mengumumkan peluncuran gelombang ke-41 Operasi Janji Sejati 4 terhadap target di wilayah pendudukan Israel.
Dalam pernyataannya, IRGC mengumumkan bahwa gelombang operasi ini diluncurkan dengan nama sandi "ke al-Quds yang Suci", karena dilakukan menjelang Hari Quds Internasional.
Serangan itu menargetkan sasaran-sasaran Zionis-Amerika di Tel Aviv dan al-Quds yang diduduki, serta pangkalan-pangkalan tentara teroris Amerika di wilayah tersebut.
"Operasi tersebut dilaksanakan dengan menembakkan lebih dari 10 rudal Khorramshahr yang berat dan tangguh dengan kemampuan hulu ledak ganda, rudal Qadr dengan kemampuan hulu ledak ganda, rudal Kheybar Shekan dengan hulu ledak seberat satu ton, rudal hipersonik Fattah dengan hulu ledak seberat satu ton, dan drone penghancur," kata IRGC dalam pernyataanya, Kamis (12/3/2026).
| Trump Umumkan Gencatan Senjata Secara Sepihak, Iran Tetap Skeptis dan Berikan Syarat |
|
|---|
| Militer Amerika Sergap Kapal Tanker Iran, Perundingan Damai Terancam Batal |
|
|---|
| Dua Kapal Pertamina Belum Lolos Selat Hormuz |
|
|---|
| Kapal Perang Amerika Terdeteksi di Selat Malaka, Buru Semua Kapal Iran di Seluruh Dunia |
|
|---|
| Punya Dana 100 Miliar Dolar, Iran Minta Syarat Cairkan Aset yang Dibekukan untuk Gencatan Senjata? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2406_Netanyahu.jpg)