Jumat, 8 Mei 2026

BERITA VIRAL

Curi Buah Matoa Berujung Maut di Medan, Dodi Tewas Dianiaya Pemilik Kebun

Kepedihan dirasakan sang ayah bernama Zulkarnain (56) setelah mengetahui putra pertamanya tewas dianiaya.

Tayang:
Editor: Khistian Tauqid
Foto ilustrasi/tribunnews
PENGEROYOKAN DI MEDAN - Ilustrasi pengeroyokan. Kepedihan dirasakan sang ayah bernama Zulkarnain (56) setelah mengetahui putra pertamanya tewas dianiaya. 

TRIBUNBATAM.id - Tragedi memilukan menimpa seorang pria bernama Dodi Muhammad (30) yang tewas dianiaya setelah kepergok mencuri buah matoa.

Pengeroyokan yang menimpa Dodi dilakukan oleh pemilik rumah dan sekelompok orang.

Dodi dituduh mencuri buah matoa di Jalan Nahkoda Sulaiman, Lingkungan V, pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Kepedihan dirasakan sang ayah bernama Zulkarnain (56) setelah mengetahui putra pertamanya tewas dianiaya.

Dengan suara bergetar, pria asal Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan tak menyangka Dodi tewas hanya gegara buah matoa.

"Hanya gara-gara buah sampai menghilangkan nyawa anak saya," ujar Zulkarnain dengan suara terisak saat ditemui di kediamannya, Selasa (7/4/2026).

Zulkarnain lantas membeberkan informasi yang didapatkannya terkait insiden pengeroyokan berujung kematian tersebut.

Awalnya Dodi bersama seorang temannya diduga masuk ke pekarangan rumah milik warga untuk mengambil buah matoa.

Kendati demikian, pemilik rumah memergoki hingga Dodi langsung disekap di lokasi.

Zulkarnain sebenarnya sempat mendatangi kantor polisi untuk mencari keberadaan anaknya.

Ternyata Zulkarnain mendapatkan kabar bahwa Dodi meninggal dunia karena dikeroyok sejumlah orang.

"Saat dikasih kabar, kami langsung ke kantor polisi. Kejadian ini tidak saya inginkan, hanya gara-gara mengambil buah sampai disiksa hingga meninggal dunia," tuturnya.

Baca juga: Pengakuan Keji Pelaku Pembunuhan LC di Bandar Lampung, Pemicunya Diduga Tak Bisa Bayar

Setelah itu, pihak keluarga diarahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara II Medan untuk mengambil jenazah Dodi yang saat itu sudah menjalani proses autopsi.

"Saya lihat anak saya sudah diotopsi. Sebagai orang tua, saya tidak sanggup melihat kondisi anak saya seperti itu," ungkapnya.

Zulkarnain menggambarkan kondisi tubuh anaknya yang penuh luka. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved