Kamis, 7 Mei 2026

PERANG AMERIKA VS IRAN

Lebanon Terus Diserang, Iran Hampir Bombardir Wilayah Israel tapi Dilarang Pakistan

Karena Israel menggempur Lebanon membuat Iran hampir melancarkan serangan rudal beberapa hari lalu.

Tayang:
Editor: Khistian Tauqid
tribunnews.com
ILUSTRASI RUDAL IRAN - Iran mengemumkan menggunakan rudal Kheybar Shekan berbahan bakar padat untuk menyerang AS-Israel, Jumat (13/3/2026). Karena Israel menggempur Lebanon membuat Iran hampir melancarkan serangan rudal. Anggota Komite Ketua Majelis Konsultatif Islam Iran, Ahmad Naderi mengonfirmasi hal tersebut. 

TRIBUNBATAM.id - Perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran semakin membara sejak pecah pada 28 Februari 2026 lalu.

Padahal, AS dan Iran sudah sepakat untuk melakukan gencatan senjata beberapa hari lalu.

Namun, kesepakatan gencatan senjata itu batal setelah Israel terus melancarkan serangan ke wilayah Lebanon.

Iran mengaku memasukkan Lebanon pada syarat untuk melakukan gencatan senjata dengan AS-Israel.

Karena Israel menggempur Lebanon membuat Iran hampir melancarkan serangan rudal.

Anggota Komite Ketua Majelis Konsultatif Islam Iran, Ahmad Naderi mengonfirmasi hal tersebut.

Ahmad Naderi mengakui bahwa serangan rudal sempat direncanakan pada Rabu (8/4/2026).

Kendati demikian, serangan itu tertunda setelah adanya intervensi dari Pakistan.

Pakistan ternyata meminta agar Iran memberi ruang bagi jalur diplomasi untuk berjalan.

Oleh karena itu, Iran memutuskan untuk menunda aksi militer di tengah ketegangan tersebut.

Meski begitu, Iran memberikan ultimatum soal negosiasi dengan AS.

Dikutip dari Al Mayadeen pada Jumat (10/4/2026),  Naderi menyebut bahwa AS dan entitas Zionis telah melanggar tiga klausul dalam perjanjian gencatan senjata yang ada.

Baca juga: Iran Masukkan Lebanon dalam 10 Syarat Gencatan Senjata, AS Sebut Tak Masuk Perundingan

Iran tidak akan memberikan ruang jika perjanjian gencatan senjata dilanggar oleh AS-Israel.

Naderi menekankan bahwa keikutsertaan Iran dalam pembicaraan apa pun sepenuhnya bergantung pada dimasukkannya Lebanon sebagai bagian utama dalam kesepakatan gencatan senjata.

Tanpa itu, Iran menilai proses diplomasi tidak memiliki arti strategis.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved