Kamis, 23 April 2026

BERITA KRIMINAL

Siswi SD Tewas Usai Loncat Dari Lantai 3 Pasar, Ternyata Terpengaruh Hero Game Online

Terpengaruh dengan game online, seorang anak SD nekat loncat dari gedung lantai 3. Nyawanya sudah tak terselamatkan lagi.

Editor: Eko Setiawan
Kompas.com
ILUSTRASI MENINGGAL DUNIA - Seorang anak tewas usai loncat dari gedung lantai 3 pasar adat. 

TRIBUNBATAM.id, DENPASAR – Kasus nekat seorang siswi kelas 6 SD berinisial KA (13) yang melompat dari lantai tiga Pasar Desa Adat Serangan memasuki babak baru.

Penyelidikan polisi kini mengarah pada dugaan kuat adanya pengaruh konten gim daring yang viral di kalangan anak-anak.

Dari hasil analisis digital forensik, aparat menemukan indikasi bahwa aksi berbahaya tersebut diduga terinspirasi dari gim online Omori.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Azel Arisandi, mengungkapkan petunjuk ini terkuak setelah penyidik menelusuri isi ponsel milik korban.

“Dari hasil penyelidikan digital forensik, lagu yang digunakan korban dalam video joget berjudul My Time oleh Bo En,” ujarnya.

Lagu tersebut diketahui merupakan soundtrack dari gim Omori, yang dalam alur ceritanya memiliki adegan tragis ketika karakter utama melompat dari gedung.

Polisi menduga, korban mencoba meniru atau mengikuti tren yang berkembang di kalangan pemain gim tersebut. Dugaan ini diperkuat dengan pernyataan “surprise” yang sempat diucapkan korban kepada teman-temannya sebelum kejadian.

“Hasil analisa sementara, diduga korban membuat tren yang terinspirasi dari gim tersebut, yang memang memiliki adegan melompat dari gedung,” jelasnya.

Baca juga: Begal Sadis Menangis Saat Dikeroyok Warga di Batam, Ternyata Pelaku Seorang Residivis

Meski demikian, polisi belum dapat memastikan motif secara utuh. Hingga kini, korban belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam kondisi pemulihan dan mengalami trauma.

“Saat ini korban masih dalam masa pemulihan dan mengalami shock, sehingga belum bisa dilakukan pemeriksaan,” tambahnya.

Pihak kepolisian menegaskan akan terus mendalami kasus ini untuk memastikan apakah ada faktor lain yang turut memicu aksi tersebut.

Peristiwa ini pun kembali memantik kekhawatiran soal pengawasan aktivitas digital anak-anak, terutama terkait paparan konten gim yang mengandung unsur sensitif dan berisiko ditiru.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved