Rabu, 13 Mei 2026

TABRAKAN KERETA API

Endang Selamat Meski 10 Jam Terjepit saat Tabrakan Kereta, Sempat Telepon Keluarga

Selama 10 jam, ia terjepit di antara korban kecelakaan kereta KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Tayang:
Tribunnews.com/HERUDIN
EVAKUASI KORBAN - Konidisi kereta yang bertabrakan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). 

TRIBUNBATAM.id - Endang Kuswati (40) berjuang antara hidup dan mati. Selama 10 jam, ia terjepit di antara korban kecelakaan kereta KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Posisi Endang terdeteksi dari hasil jepretan kamera dari seorang fotografer di lokasi.

Insiden tabrakan melibatkan dua kereta yakni KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek.

Kondisi Endang ini diceritakan oleh Iqbal, sepupu Endang.

Iqbal mengungkapkan sekitar satu jam setelah insiden, Endang yang dalam kondisi terluka masih sempat menggunakan sisa tenaganya untuk menelepon keluarga sambil menangis dan meminta pertolongan.

"Iya jadi dia (Endang) waktu awal masih sempet buka handphone, ngabarin keluarga. Dia sampaikan bahwa dia ada di dalam kereta yang kecelakaan, terus nangis sambil telepon minta tolong supaya diselamatkan," ungkap Iqbal saat ditemui Kompas.com di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Saat itu, Endang baru saja pulang bekerja dari kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, menuju rumahnya di Cibitung.

Mendengar kondisi Endang yang memprihatinkan, keluarga langsung bergegas menuju lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur.

Namun setibanya di lokasi, mereka kesulitan mendapatkan informasi mengenai keberadaan korban.

"Dia itu korban baru mengabari kita ya sekitar jam 10 malam. Dia menelepon ke kerabat kita di daerah Bekasi. Dia telepon kalau misalkan dia itu jadi salah satu korban yang ada di kereta tersebut," kata Iqbal.

Mendengar suara Endang yang meminta tolong di tengah situasi hidup dan mati, pihak keluarga mengaku sempat panik dan langsung bergegas memacu kendaraan menuju Stasiun Bekasi Timur.

Namun, setibanya di lokasi, keluarga sempat dihadapkan pada kebingungan dan minimnya informasi.

"Dari jam segitu tuh kita langsung menuju ke stasiun ya, karena kita dari Jakarta untuk memastikan korban itu ada datanya. Cuman dari jam 22.00 WIB malam itu sampai jam 02.00 WIB malam itu kita masih belum dapat kabar apakah korban ada di rumah sakit ataupun ada masih di dalam," ucapnya.

Suami berikan dukungan

Pihak keluarga baru mendapatkan informasi keberadaan Endang pada pukul 02.00 WIB dini hari melalui hasil jepretan kamera dari seorang fotografer di lokasi.

Endang ternyata masih terjepit di bagian paling belakang gerbong 10 yang merupakan gerbong khusus wanita.

"Jadi aku dapat salah satu foto dari pers itu, korban itu masih di dalam kondisi lemas dan udah di dalam proses oksigen. Nah saya lihat beberapa fotonya ternyata kelihatan ada sepupu saya itu, kelihatan dari celah-celah gitu posisi terjepit kan," jelas Iqbal.

Melihat kondisi Endang yang memprihatinkan, suami dan anak korban akhirnya diberikan izin oleh petugas untuk menerobos area evakuasi demi memberikan dukungan mental.

"Akhirnya langsung masuk ke dalam, suami dan anaknya sempat mendampingi lah, setidaknya sedikit gitu memberikan semangat ya sekitar jam 02.00 WIB pagi. Anaknya juga diizinin untuk masuk melihat kondisinya," kata dia.

Selama proses evakuasi, Endang dalam kondisi sadar meski terjebak di antara tumpukan korban lain selama berjam-jam.

"Dia sampai tidur di reruntuhan orang ya, karena di bawah ataupun di belakangnya itu masih banyak ada beberapa yang meninggal. Dia itu berdiri di dalam tumpukan-tumpukan manusia gitu, orang-orang yang notabene itu juga jadi korban, tapi yang masih bergerak gitu adalah dari sepupu saya sendiri," tuturnya.

Karena posisinya di bagian paling belakang dan terhalang korban lain, Endang menjadi salah satu dari tiga korban terakhir yang berhasil dievakuasi pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Saat ini, Endang tengah menjalani perawatan di RSUD Kota Bekasi.

"Untuk update kondisi sekarang saat ini tuh korban lagi di-rontgen ya. Karena ketika diangkat badannya yang dialami itu bengkak-bengkak gitu karena udah kurang lebih 10 jam di balik reruntuhan. Jadi saat ini kita masih menunggu hasil rontgen apakah ada patah tulang ataupun yang lain-lainnya," tutup Iqbal.

Korban meninggal bertambah

Polda Metro Jaya menyampaikan korban meninggal dunia atas insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur bertambah.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).

"Korban meninggal dunia bertambah satu orang sehingga total menjadi 16 orang, kami berharap tidak ada lagi penambahan korban," ungkapnya.

Korban meninggal dunia diketahui sempat dirawat di ruang ICU RSUD Bekasi.

Pihak kepolisian menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban.

"Ini menjadi keprihatinan kita bersama saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif,” ujar Kombes Budi.

Kasus kecelakaan beruntun kereta api yang terjadi di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat saat ini masih diselidiki.

Peristiwa tragis ini melibatkan taksi online, KRL, dan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek hingga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Ia memastikan proses penyelidikan dan penyidikan tengah berjalan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Terkait dugaan penyebab, polisi masih mendalami kemungkinan adanya faktor kelalaian manusia maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian.

“Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” jelasnya. 

Selain itu, pemeriksaan terhadap sopir taksi online serta masinis kereta api juga dijadwalkan untuk dilakukan guna memperjelas kronologi dan tanggung jawab dalam peristiwa tersebut.

Sebagai langkah lanjutan, Polda Metro Jaya turut memberikan pendampingan medis dan psikologis kepada para korban serta keluarga terdampak. Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarluaskan konten sensitif terkait korban demi menjaga empati.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api dan selalu mendahulukan perjalanan kereta. Selain itu, jangan menyebarkan foto atau video korban karena dapat berdampak psikologis bagi keluarga,” tuturnya.

Berdasarkan data sementara hingga Rabu (29/4/2026) pukul 11.00 WIB, total korban mencapai 106 orang. 

Sebanyak 90 orang mengalami luka-luka, dengan 44 orang telah diperbolehkan pulang dan 46 lainnya masih menjalani perawatan. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BREAKING NEWS: Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Menjadi 16 Orang

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved