Minggu, 3 Mei 2026

KECELAKAAN MAUT

Kecelakaan Maut KA Argo Bromo Anggrek Hantam Mobil di Grobogan, 5 Orang Tewas dan 4 Luka

Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo mengonfirmasi kecelakaan yang merenggut lima nyawa itu.

Tayang:
Editor: Khistian Tauqid
Istimewa
EVAKUASI MOBIL - Proses evakuasi mobil Toyota Avanza setelah tertabrak KA Argo Bromo Anggrek di perlintasan kereta tanpa palang di Jalan Tuko–Sidorejo, Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026). Mobil pengantar calon haji berpenumpang 9 orang itu sempat macet di tengah rel sebelum ditabrak kereta. 

TRIBUNBATAM.id - Kecelakaan maut melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dengan mobil  di pelintasan sebidang Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Peristiwa nahas yang terjadi pada Jumat (1/5/2026) malam itu mengakibatkan lima orang meninggal dunia.

Korban kelima Bernama Indah Setiyawati (27) menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo mengonfirmasi kecelakaan yang merenggut lima nyawa itu.

Iptu Eko juga menyebut korban kelima merupakan warga Desa Sidorejo, Pulokulon.

"Korban merupakan pasien rujukan dari RSUD Dr R Soedjati Soemodiardjo Purwodadi karena luka serius yang dideritanya. Jenazah sudah dimakamkan pagi ini," ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan, Iptu Eko Ari Kisworo, Sabtu (2/5/2026).

Kronologi Kecelakaan Maut

Kecelakaan bermula Ketika mobil Minibus Toyota Avanza bernopol H 1060 ZP yang mengangkut sembilan orang rombongan pengantar haji melaju dari arah selatan.

Sesampainya di pelintasan tanpa palang pintu otomatis di Desa Tuko, kendaraan tersebut tiba-tiba mengalami mati mesin.

Tepatnya pukul 02.52 WIB, mobil rombongan pengantar haji tersebut mati mesin di tengah jalur rel sebelah selatan.

Pada saat bersamaan melaju kencang KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir - Surabaya Pasarturi dari arah barat menuju timur. 

Benturan keras tak dapat terhindarkan hingga membuat mobil hingga terpental sejauh 20 meter.

Sebenarnya mobil sempat membentur tiang listrik sebelum akhirnya terguling di persawahan.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Buleleng, 1 Lansia Tewas dan 5 Orang Luka-luka

Pernyataan KAI

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, membenarkan kejadian tersebut di KM 29+800 antara Stasiun Panunggalan – Stasiun Kradenan. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved