Selasa, 5 Mei 2026

PROGRAM MBG

Kepala BGN Tanggapi Protes Guru yang Bandingkan Gaji Mereka Dengan Pencuci Ompreng

Protes itu terkait upah petugas di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG jauh tinggi dibanding penghasilan guru honorer.

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
Tribun Batam/Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Kepala BGN, Dadan Hindayana saat memberikan keterangan kepada awak media. 

Mulai dari pengadaan bahan baku pangan hingga operasional produksi.

"Beli apa? Sebanyak 70 persen atau sekitar Rp600 miliar untuk membeli produk pertanian, peternakan, dan perikanan," katanya.

Sejak program MBG mulai bergulir, jumlah SPPG di Sulsel terus bertambah secara bertahap.

Dadan Hindayana menyebutkan, total anggaran yang telah dikucurkan sejauh ini mencapai angka fantastis.

"Sampai bulan ini uang Badan Gizi di Sulsel sudah Rp1,9 triliun, ini uang besar beredar di masyarakat," kata Kepala BGN.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Brian Yuliarto sendiri meminta keterlibatan aktif perguruan tinggi di Sulsel dalam program ini.

Khususnya dalam aspek riset dan pengembangan.

"Siapa yang mengambil data kalau bukan dari dosen dan mahasiswa. Dari MBG sudah sibuk urus manajemen dan tata kelola. Yang riset kita," jelas Prof Brian Yuliarto.

Ia membuka peluang bagi kampus berperan langsung sebagai bagian dari ekosistem SPPG sekaligus pusat penelitian.

"Ini karenanya kalau memungkinkan kampus menjadi SPPG dan untuk riset gizi, pangan, sirkular ekonomi, sampahnya. Ahli gizi akan trace. Kita harap 2-3 tahun sekarang muncul kajian," lanjutnya.

Saat ini di Sulsel, sedang dalam pengusulan 454 unit SPPG.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved