Kamis, 4 Juni 2026

BERITA KRIMINAL

Kenalan dengan Wanita yang Mengaku Janda, Pemuda Ini Diduga Dianiaya Oknum TNI

Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merangin akibat luka-luka yang dialaminya.

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
Kompas.com/ERICSSEN
Ilustrasi Penganiayaan 

Ringkasan Berita:
  • Dugaan penganiayaan bermula saat korban menjalin kedekatan dengan seorang perempuan yang mengaku telah berpisah dari suaminya yang merupakan oknum TNI.
  • Korban diduga dibawa setelah penggerebekan di sebuah rumah kos, kemudian mengalami interogasi dan kekerasan hingga mengalami sejumlah luka.
  • Keluarga korban mendesak penanganan kasus secara transparan dan meminta institusi TNI memberikan keadilan.

 

TRIBUNBATAM.id, MERANGIN - Dugaan penganiayaan terhadap seorang pemuda di Kabupaten Merangin, Jambi, yang disebut melibatkan oknum anggota TNI, menjadi sorotan publik.

Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merangin akibat luka-luka yang dialaminya.

Kuasa hukum korban, Andrianto, mengungkapkan peristiwa tersebut diduga berawal dari persoalan asmara. Berdasarkan keterangan awal korban, ia mengenal seorang perempuan yang disebut merupakan istri dari oknum TNI.

Menurut korban, perempuan tersebut mengaku telah berpisah dari suaminya sehingga keduanya menjalin komunikasi.

"Versi dari klien kami, ini berawal dari persoalan asmara. Seorang wanita yang merupakan istri dari oknum tersebut menyampaikan kepada klien kami bahwa dirinya sudah berpisah," kata Andrianto kepada wartawan.

Namun, keterangan tersebut masih akan didalami lebih lanjut setelah kondisi korban membaik dan dapat memberikan penjelasan secara lebih lengkap.

Andrianto menjelaskan, sebelum dugaan penganiayaan terjadi, korban didatangi sejumlah orang saat berada di sebuah rumah kos. Salah satu orang yang datang diduga merupakan suami dari perempuan tersebut.

"Saat dilakukan penggerebekan di salah satu tempat kos, ada beberapa orang yang datang. Yang jelas ada seorang suami dari perempuan tersebut," ujarnya.

Setelah itu, korban diduga dibawa ke sebuah institusi dan mengalami tindakan kekerasan. Korban mengaku sempat diinterogasi dan mendapatkan perlakuan fisik yang menyebabkan sejumlah luka pada tubuhnya.

"Klien kami menyampaikan bahwa dirinya diinterogasi dan mengalami tindakan kekerasan. Bekas-bekas luka itu juga sudah terlihat," katanya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah gangguan kesehatan. Selain luka fisik, korban mengeluhkan pusing di bagian kepala dan sempat muntah-muntah sehingga masih memerlukan penanganan medis lanjutan.

Sementara itu, kakak kandung korban, Kurkon Yusman, mengaku terpukul melihat kondisi adiknya yang kini masih dirawat di rumah sakit.

"Saya menuntut hak kemanusiaan adik saya. Sebagai kakak, saya ingin hukum yang seadil-adilnya karena adik saya sudah diperlakukan tidak manusiawi," ujarnya.

Menurut Kurkon, hampir seluruh bagian tubuh korban mengalami luka. Bahkan keluarga menemukan adanya luka bakar pada bagian alat vital korban yang diduga akibat percikan api atau benda panas.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved