KECELAKAAN MAUT
Mantan Napi Korupsi Pemicu Kecelakaan Maut di Palembang, 2 Orang Tewas dan 3 Luka
Sosok pengemudi Fortuner BG 1857 UP, Ahmad Nasuhi, langsung menjadi sorotan luas.
Daftar Korban Kecelakaan Beruntun di Cinde Palembang
Kecelakaan lalu lintas beruntun yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ini total melibatkan satu unit mobil, dua sepeda motor, dan satu angkutan kota (angkot). Berikut adalah data lengkap korban:
Korban Meninggal Dunia (2 Orang)
- Devi Yanto (39): Warga Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang. Korban merupakan pengendara sepeda motor Honda Beat BG 4241 ADC. Sempat dirawat di Rumah Sakit Charitas Palembang sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir akibat luka berat.
- Ahmad Ridwan (53): Warga Jalan Lingkar Selatan, Desa Ibul Besar III, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Korban adalah sopir angkot jurusan Ampera–Kertapati BG 1031 IM. Korban meninggal dunia di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB akibat cedera serius usai ditabrak dari belakang.
Korban Luka Berat dan Ringan
- Naritatih (34): Penumpang sepeda motor Honda Beat BG 4241 ADC (berboncengan dengan Devi Yanto). Saat ini masih menjalani perawatan intensif akibat luka berat.
- M. Abi: Pengendara sepeda motor Honda Beat BG 4423 ABN (mengalami luka ringan).
- Abilyansah Wijaya (3): Penumpang motor (mengalami luka ringan).
Khusus pengemudi Toyota Fortuner, Ahmad Nasuhi, dilaporkan tidak mengalami luka fisik akibat benturan insiden tersebut.
Kronologi Lengkap: Pengemudi Mengaku Salah Injak Pedal Gas
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, kronologi kecelakaan maut ini bermula saat mobil Toyota Fortuner BG 1857 UP melaju dari arah Simpang IP menuju Pasar Cinde.
Sesampainya di TKP bawah Stasiun LRT Cinde, mobil Fortuner menabrak motor Honda Beat BG 4423 ABN yang dikendarai M. Abi.
Mobil terus melaju dan menghantam motor Honda Beat BG 4241 ADC yang dikendarai Devi Yanto (berboncengan dengan Naritatih dan Abilyansah).
Laju mobil baru berhenti setelah menabrak bagian belakang angkot jurusan Ampera–Kertapati BG 1031 IM yang dikemudikan oleh Ahmad Ridwan.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang, Iptu Hermanto, mengungkapkan hasil interogasi awal terhadap Ahmad Nasuhi. Pengemudi mengaku terkejut dan melakukan kesalahan teknis fatal saat mengemudi.
"Kalau hasil interogasi kami semalam, dia menjelaskan bahwa salah menginjak pedal rem dan justru menginjak gas. Mobil tidak bisa direm dan terus meluncur," ujar Iptu Hermanto, Sabtu (6/6/2026) sore.
"Menurut pengakuannya, dia menginjak gas sehingga mobil meluncur. Akibatnya menabrak dua sepeda motor dan satu angkot yang berada di depannya," ungkapnya lagi.
Status Hukum dan Ancaman Pasal Pengemudi Fortuner
Hingga saat ini, pihak Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang menegaskan status Ahmad Nasuhi masih dalam pemeriksaan intensif dan belum resmi ditetapkan sebagai tersangka karena proses penyelidikan dan olah TKP masih berjalan.
| Rekaman CCTV Kecelakaan Maut Elf Tabrak Motor di Lumajang, Ibu-ibu Pedagang Mlinjo Tewas |
|
|---|
| Identitas 5 Korban Tewas Kecelakaan Maut di Tol Pekanbaru, 5 Orang Luka-luka |
|
|---|
| Kecelakaan Maut Melibatkan 3 Kendaraan di Sumedang, Ini Identitas 6 Korban |
|
|---|
| Penyebab Kecelakaan Maut di Lamongan, Mobil Xenia Tabrak Gerobak Sampah, 1 Orang Tewas dan 1 Luka |
|
|---|
| Kecelakaan Maut di Denpasar, ABK Mabuk Tewas Tabrak Beton Taman, Rekannya Selamat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Ahmad-Nasuhi-sopir-Toyota-Fortuner-BG-1857-UP-jadi-pemicu-kecelakaan-beruntun-di-Palembang.jpg)