KECELAKAAN MAUT
Mantan Napi Korupsi Pemicu Kecelakaan Maut di Palembang, 2 Orang Tewas dan 3 Luka
Sosok pengemudi Fortuner BG 1857 UP, Ahmad Nasuhi, langsung menjadi sorotan luas.
TRIBUNBATAM.id - Warga Kota Palembang dihebohkan oleh insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil Toyota Fortuner di kawasan Jalan Jenderal Sudirman.
Peristiwa tragis ini terjadi tepat di bawah Stasiun LRT Cinde pada Jumat (5/6/2026) sore.
Kecelakaan maut ini merenggut nyawa seorang pengendara motor dan seorang sopir angkot.
Selain memicu korban jiwa, sosok pengemudi Fortuner BG 1857 UP, Ahmad Nasuhi, langsung menjadi sorotan luas.
Pria paruh baya tersebut diketahui merupakan mantan terpidana kasus korupsi dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Palembang yang saat ini berstatus bebas bersyarat.
"Dari informasi yang kami himpun, yang bersangkutan sudah bebas bersyarat," ujar seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.
Sebagai catatan, Ahmad Nasuhi pernah divonis oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang dengan hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp400 juta subsider 4 bulan kurungan pada tahun 2021 silam.
Kondisi Kesehatan Pengemudi dan Rencana BAP Polisi
Pasca-kecelakaan maut tersebut, Ahmad Nasuhi (57) yang tercatat sebagai warga Vila Kencana, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, dilarikan ke RSUP Mohammad Hoesin Palembang untuk menjalani perawatan.
Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Hendyanto Panusunan Hutasoit, menjelaskan bahwa pengemudi memiliki rekam medis khusus sebelum insiden terjadi.
Pihak kepolisian kini tengah menunggu lampu hijau dari tim dokter untuk melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) secara menyeluruh.
"Ya, bersangkutan masih dirawat, karena sebelumnya sudah memiliki riwayat sakit. Namun kita masih koordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mendapatkan perihal penyakit yang diderita pasien," tegas AKBP Hendyanto Panusunan Hutasoit, didampingi Kanit Gakkum Iptu Hermanto.
"Rencananya apabila kondisi kesehatannya sudah membaik, akan kita lakukan pemeriksaan (BAP) dan akan dilakukan gelar perkara lanjutan," ungkapnya menambahkan bahwa status tersangka pasti akan disampaikan jika sudah ditetapkan.
Sampai Minggu (7/6/2026) pagi, tim penyidik Satlantas Polrestabes Palembang terus merampungkan berkas perkara dan mengumpulkan petunjuk fisik di lokasi kejadian.
"Untuk kasus laka lantas ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti," jelas Hendyanto.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Pekanbaru, Sopir Microsleep 5 Orang Tewas
| Rekaman CCTV Kecelakaan Maut Elf Tabrak Motor di Lumajang, Ibu-ibu Pedagang Mlinjo Tewas |
|
|---|
| Identitas 5 Korban Tewas Kecelakaan Maut di Tol Pekanbaru, 5 Orang Luka-luka |
|
|---|
| Kecelakaan Maut Melibatkan 3 Kendaraan di Sumedang, Ini Identitas 6 Korban |
|
|---|
| Penyebab Kecelakaan Maut di Lamongan, Mobil Xenia Tabrak Gerobak Sampah, 1 Orang Tewas dan 1 Luka |
|
|---|
| Kecelakaan Maut di Denpasar, ABK Mabuk Tewas Tabrak Beton Taman, Rekannya Selamat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Ahmad-Nasuhi-sopir-Toyota-Fortuner-BG-1857-UP-jadi-pemicu-kecelakaan-beruntun-di-Palembang.jpg)