Selasa, 21 April 2026

Pemprov Kepri

Menko Yusril Buka FSIGB 2025: Kepri Adalah Motor Kesusastraan Melayu

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra buka Festival Sastra Internasional Gunung Bintan, Selasa.

|
Dok Diskominfo Kepri/Harun
MENKO YUSRIL IHZA MAHENDRA - Menko Yusril Ihza MAHENDRA didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad, dan inisiator sekaligus Ketua Panitia FSIGB 2025 pembukaan kegiatan di halaman Gedung LAM Kepri, Tepi Laut, Tanjungpinang, Selasa (28/10/2025) malam. 

Pembukaan FSIGB 2025 berlangsung meriah dan penuh nuansa Melayu dengan penampilan apik Seniman Rojer Kajol yang memainkan alat musik gambus, diiringi kelompok musik Dermaga Musica dari Kota Tanjungpinang.

Festival yang akan berlangsung hingga 31 Oktober 2025 ini mengusung tema “Memelihara Persaudaraan Para Penyair” — sebuah ajakan untuk memperkokoh silaturahmi lintas bangsa melalui karya sastra.

Festival ini merupakan gagasan Dato' Sri Lela Budaya Rida K Liamsi, tokoh sastra Melayu asal Kepri, sebagai bentuk upaya merawat dan melestarikan tradisi literasi dunia Melayu.

Provinsi Kepri, sebagai wilayah yang dulu dikenal sebagai pusat lahirnya karya-karya besar dunia Melayu, kini kembali menegaskan perannya di kancah sastra internasional.

Tokoh sastra sekaligus Ketua Panitia FSIGB 2025, Dato’ Rida K. Liamsi, dalam sambutannya mengingatkan kembali kejayaan sastra Melayu yang lahir dari Pulau Penyengat.

“Dulu, dari pulau kecil di depan kita ini, Pulau Penyengat, puluhan karya besar lahir pada abad ke-18. Dari sanalah semangat ini kita lanjutkan,” kata Rida.

Ia menjelaskan bahwa selama delapan tahun pelaksanaan FSIGB, pihaknya telah berhasil menghadirkan sastrawan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, dan Thailand Selatan untuk saling bertukar pikiran dan memperkuat jejaring sastra dunia Melayu.

Tradisi yang dijaga setiap tahunnya antara lain penerbitan antologi puisi bersama, sekurang-kurangnya tiga buku per tahun.

“Sampai tahun 2025 ini, sudah ada 25 ‘Jazirah Buku’ yang kita hasilkan,” jelas Rida.

Selain itu, FSIGB juga biasa menggelar seminar sastra, peluncuran 100 buku puisi bersama, serta ziarah budaya ke berbagai situs bersejarah di Kepri — meskipun tradisi peluncuran buku tidak dilakukan tahun ini.

Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2025 turut dihadiri oleh Penulis Nasional Yusron Ihza Mahendra (adik Menko Yusril), Ketua TP-PKK Kepri Hj. Dewi Kumalasari Ansar, Ketua LAM Kepri Raja Al Hafiz, anggota DPRD Kepri, Forkopimda Kepri, serta para Bupati dan Wali Kota se-Kepri.

Dengan semangat “Memelihara Persaudaraan para Penyair”, FSIGB 2025 bukan hanya menjadi perayaan sastra, tetapi juga penegasan jati diri Kepulauan Riau sebagai poros kebudayaan Melayu dan mercusuar literasi dunia. (adv)

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved