Pemprov Kepri
Perkuat Satu Data, Pemprov Kepri Tegaskan Komitmen Peningkatan Statistik Sektoral
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi
Penulis: Renhard Patrecia Sibagariang | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, KEPRI - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral di Ruang Rapat Lantai 4, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (5/2/2026).
Rapat dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kepri, Misni.
Serta dihadiri para Sekretaris OPD selaku Walidata Pendukung. Hadir sebagai narasumber Kepala BPS Provinsi Kepri, Toto Haryanto Silitonga; Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kepri, Hendri Kurniadi; serta, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapelitbang Provinsi Kepri, Hendrija.
Dalam sambutannya, Asisten Administrasi Umum, Misni menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kominfo Kepri sebagai Walidata yang telah menyelenggarakan rapat koordinasi ini.
Menurutnya, penyelenggaraan statistik sektoral merupakan tanggung jawab bersama seluruh OPD, bukan hanya Kominfo.
“Statistik sektoral sangat strategis bagi pembangunan daerah. Setiap kebijakan dan program harus berbasis data. Tanpa data yang akurat, perencanaan berpotensi gagal,” ujar Misni dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa data sektoral merupakan data yang dikumpulkan, diolah, dan disajikan oleh OPD sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Seperti data kependudukan, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan berbagai indikator sektoral lainnya.
Dalam evaluasi yang dipaparkan, nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Provinsi Kepulauan Riau tahun 2024 berada pada angka 2,61, sedikit di bawah target 2,7.
Hal ini menuntut perbaikan pada beberapa aspek penyelenggaraan data.
Kementerian PANRB memberikan sejumlah rekomendasi, di antaranya:
1. Melakukan review dan evaluasi berkala terhadap proses bisnis statistik sektoral.
2. Mengevaluasi aspek SDM statistik, termasuk pemenuhan formasi fungsional statistik pada perangkat daerah.
3. Menguatkan proses pengumpulan, pemeriksaan, dan diseminasi data di setiap OPD.
Misni menegaskan bahwa target IPS tahun 2025 sebesar 2,8 harus dicapai melalui komitmen bersama.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi tiga pilar Satu Data Indonesia sesuai amanat Perpres 39 Tahun 2019, yakni:
- BPS sebagai pembina statistik
- Bappeda sebagai koordinator, dan
- Diskominfo sebagai Walidata serta OPD sebagai produsen data.
- Misni mengapresiasi langkah Diskominfo yang mewajibkan seluruh sekretaris OPD hadir tanpa diwakilkan sebagai bentuk komitmen peningkatan kualitas statistik sektoral.
“Pertemuan ini menjadi bukti komitmen kita bersama. Nilai IPS tidak bisa hanya dibebankan kepada Kominfo. Semua OPD berperan, BPS membina, Bappeda mengoordinasikan, dan Kominfo memverifikasi, memvalidasi, hingga mempublikasikan data,” tegas Misni.
Ia mencontohkan keberhasilan sejumlah indikator makro Kepri yang berbasis data, seperti inflasi Kepri yang stabil di angka 2,6 dan menjadi salah satu yang terendah,.s
Kepri
Gubernur Kepri
Provinsi Kepri
Pemerintah Provinsi Kepri
Diskominfo Kepri
Pemprov Kepri
Wakil Gubernur Kepri
Sekdaprov Kepri
Ansar Ahmad
Nyanyang Haris Pratamura
Luki Zaiman Prawira
| Kabar Gembira, Pemprov Kepri Kembali Berikan Insentif PKB dan BBNKB |
|
|---|
| Dinas PUPP Kepri Terbaik Pertama Keaktifan Penyelenggaraan Jasa Konstruksi Wilayah I Sumatera |
|
|---|
| Gubernur Kepri Siapkan Pembangunan Tugu Bahasa Setelah Jalan Pulau Penyengat Tuntas |
|
|---|
| Sambut Ramadhan 1447 H, Pemprov Kepri Gelar Tabligh Akbar di Pulau Penyengat |
|
|---|
| Provinsi Kepri Kejar Realisasi MBG 100 Persen, Permasalahan Logistik Jadi Atensi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Rapat-Koordinasi-dan-Evaluasi-Penyelenggaraan-Statistik-Sektoral.jpg)