Jumat, 17 April 2026

RAMADAN 2026

3 Tingkatan Puasa Ramadhan, Lengkap dengan Makna Spiritual, Sosial dan Pembentukan Karakter

Tiga tingkatan puasa Ramadhan berdasarkan pandangan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin.

Editor: Khistian Tauqid
Freepik.com
TINGKATAN PUASA RAMADHAN - Ilustrasi Ramadhan. Berikut ini adalah tiga tingkatan puasa Ramadhan berdasarkan pandangan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin. 

TRIBUNBATAM.id - Berikut ini adalah tiga tingkatan puasa Ramadhan berdasarkan pandangan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin.

Seperti diketahui, Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu 18 Februari 2026 hingga 19 Maret 2026.

Mulai Kamis 19 Februari 2026, umat Islam di seluruh dunia wajib menjalankan ibadah puasa dari fajar hingga matahari terbenam.

Kepala Sekretariat Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Banda Aceh, Tgk Alizar Usman SAg MHum, mengakui bahwa puasa Ramadhan bukan hanya kewajiban menahan lapar dan dahaga.

Umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak dizkir, istighfar, dan doa selama bulan Ramadhan.

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak ibadah dan amalan demi mendapatkan pahala berlimpat ganda.

Secara spiritual puasa berfungsi meningkatkan ketakwaan dan kesadaran diri seorang muslim kepada Allah SWT. 

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183:

 “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

“Puasa bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga dari perbuatan yang merugikan, seperti berbicara kasar, ghibah, dan perbuatan maksiat lainnya. Hal ini membantu dalam pembentukan karakter yang lebih baik,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Tgk Alizar juga mengungkapkan makna sosial dalam puasa Ramadhan adalah mengajarkan kepedulian dan empati.

Ia menyebut seorang muslim diharapkan mampu memahami kondisi masyarakat kurang beruntung sehingga tumbuh solidaritas dan semangat berbagi.

“Maka tidak heran jika puasa memiliki nilai yang sangat istimewa di sisi Allah SWT, bahkan puasa akan mendapatkan balasan langsung dari-Nya, tidak seperti ibadah-ibadah lainnya,” ungkap Tgk Alizar.

Ia kemudian mengutip hadis, “Semua amal ibadah manusia adalah untuknya kecuali puasa, karena puasa itu hanya untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan langsung membalasnya” (H.R. Muslim).

Baca juga: 4 Doa untuk Kedua Orang Tua di Bulan Ramadhan, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Terjemahannya

Simak tiga tingkatan puasa sesuai pandangan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin:

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved