Sabtu, 2 Mei 2026

TPP ASN Kepri Bakal Dipotong, Pegawai Risau Cicilan hingga Biaya Hidup Bisa Terancam

Pegawai ASN Pemprov Kepri Sumantri Ardi keluhkan cicilan kendaraan atau rumah dampak pemotongan TPP ASN

Tayang:
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
Bereslumbantobing/TribunBatam.id/Dok Pribadi untuk Tribun Batam
TPP KEPRI - Foto Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemprov Kepri Sumantri Ardi. Sumantri tanggapi rencana pemotongan TPP ASN Pemprov Kepri yang dinilai bisa berdampak pada menurunnya ekonomi di Tanjungpinang. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Keluhan dari pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) soal rencana pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) masih bergulir.

Gelombang keluhan itu datang dari beberapa ASN. Satu di antaranya yakni Sumantri Ardi. 

Ia menyampaikan, yang paling terasa dari cicilan kendaraan atau rumah di bank. 

"Pihak bank tidak mau tahu soal itu. Pokoknya tiap bulan kena potong, sesuai nominalnya," ujar Sumantri kepada TribunBatam.id, Rabu (3/12/2025).

Baca juga: Rencana Pemprov Kepri Potong TPP ASN Buat Pegawai Mulai Putar Otak Cari Dana Tambahan

Ia menyampaikan, setelah dipotong pihak bank, uang untuk kebutuhan rumah tangga pasti berkurang.

"Saya mulai sekarang sudah risau dengan rencana tersebut. Bingung juga mau cari uang tambahan dari mana," ujar pria yang juga menjabat sebagai Kabid Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja Kepri itu.

Ia mengaku selama ini hanya mengandalkan gaji dan tunjangannya saja.

Kalaupun bisa kerja di luar, hanya Sabtu dan Minggu saja, itupun terbatas.

"Saya pikir dampak dari pemotongan ini, ASN bisa jadi mengabaikan kedisiplinan," katanya.

Di satu sisi, pimpinan menuntut pegawai untuk disiplin dalam bekerja. Namun di sisi lain, ada hal yang harus dipenuhi.

Bisa jadi saat jam kerja, ada pegawai yang melakukan pekerjaan sampingan.

"Saya berharap Pemerintah Provinsi Kepri bisa mengurangi pekerjaan atau kegiatan yang tidak penting," harapnya.

Di tengah rencana pemotongan TPP ASN ini, pegawai Pemprov Kepri meminta pokir DPRD Kepri juga dikurangi. 

Sebab anggota dewan itu dipilih rakyat. Apalagi saat ini ekonomi Kepri dalam keadaan susah.

"Kami pegawai termasuk rakyat juga," ungkapnya. 

Rencana pemotongan TPP ASN ini dinilai ikut berdampak pada ekonomi masyarakat di Kota Tanjungpinang dan sekitarnya.

Baca juga: TPP ASN Pemprov Kepri Bakal Dipotong Buat Bayar PPPK Mulai 2026, Gubernur: Kita Masih Mending

"Sekarang orang tak mau ngopi lagi, karena penghasilan sudah mulai berkurang," ujarnya. 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved