Senin, 11 Mei 2026

MASKAPAI GARUDA DI TANJUNGPINANG VIRAL

Viral Garuda Indonesia Pamit dari Tanjungpinang, GM Bandara RHF: Baru Secara Lisan

General Manager Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang buka suara soal kabar maskapai Garuda Indonesia yang pamit dari Provinsi Kepri.

Tayang:
TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng
BANDARA RHF TANJUNGPINANG - General Manager Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan (tengah) saat menjelaskan rencana dari maskapai Garuda Indonesia tidak terbang lagi ke bandara di ibukota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (22/1/2026). 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Maskapai Garuda Indonesia di Kota Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) viral di medsos.

Itu setelah kabar maskapai penerbangan pelat merah itu pamit dari Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF), Kota Tanjungpinang.

General Manager Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan yang dikonfirmasi mengungkap jika informasi ini masih sebatas penyampaian lisan yang di terima pihak otoritas bandara.

"Kabar ini baru disampaikan pihak Garuda secara lisan ke kami," sebut Setiadi, Kamis (22/1/2026) sore.

Dari penyampaian itu menyebutkan, Garuda Indonesia terakhir melayani penumpang dari Bandara RHF menuju Jakarta pada Senin (9/2/2026).

Kendati demikian, pihaknya tetap berpikir positif saja, sembari menunggu surat resmi tertulis dari maskapai Garuda. 

"Kami belum tahun secara pasti apa alasan Garuda tidak  terbang lagi ke Tanjungpinang. Dugaan sementara mungkin alasan operasional," lanjutnya. 

Ini kemungkinan menjadi keputusan strategis baik di Garuda maupun Citilink.

Ketika Garuda tidak beroperasi lagi di Tanjungpinang, maka akan dicover oleh Citilink.

Saat ini penerbangan untuk Garuda 3 kali seminggu, sementara Citilink 4 kali seminggu.

Nah jika Garuda tidak lagi terbang ke RHF maka, Citilink akan terbang setiap hari.

"Jika ini diterapkan maka, tentu  PT Angkasa Pura Kantor Cabang Bandara RHF Tanjungpinang maka akan mengurangi pendapatan kami," akunya. 

Karena memang penerbangan yang datang dan pergi dari Tanjungpinang jadi pendapatan utama saat ini. 

Kendari demikian, hal ini tidak mengurangi pelayanan di RHF untuk penumpang. 

Dia menyampaikan, meski Garuda tidak lagi layani penumpang ke RHF, bukan berarti menghambat penerbangan Internasional. 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved