Selasa, 28 April 2026

Harga Daging Sapi Segar di Tanjungpinang Terus Meroket, Disperdagin Masih Cari Solusi

Harga yang semula hanya Rp 140 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 160 ribu per kilogram.

TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng
HARGA DAGING DI TANJUNGPINANG - Pedagang sapi segar di salah satu pasar di Tanjungpinang yang akan menaikan harga jelang Idul Fitri 1447 H. Harga daging sapi segar di Tanjugpinang terus naik. Disdagin Tanjungpinang disebut masih mencari solusi untuk menekan harga daging yang terus melambung. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Harga daging sapi segar di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mulai melonjak.

Perubahan harga ini terjadi saat bulan Ramadan tahun 2026.

Harga yang semula hanya Rp 140 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 160 ribu per kilogram. 

Harga ini akan terus naik menjelang hati Raya Idulfitri 1447 H.

Bahkan beberapa pedagang sudah sepakat menaikan harga daging sebesar Rp 170 ribu per kilogram. 

"Kami sudah komunikasi dengan pedagang sapi," ujar Kabid Stabilisasi Harga Disperdagin Tanjungpinang, Riyanto, Senin (2/3/2026).

Berdasarkan hasil pertemuan, diketahui  kenaikan harga daging sapi segar di Tanjungpinang disebabkan tingginya harga sapi dari daerah asal. 

Hal ini membuat pedagang ikut menaikkan harga daging potong untuk mencegah kerugian lebih besar.

"Harga sapi dari lampung memang naik, kemudian ditambah lagi dengan biaya ongkos kirimnya," akunya. 

Disperdagin Tanjungpinang sejauh ini belum memiliki solusi untuk menekan angka harga daging sapi segar di pasaran.

Pihaknya bakal melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi, untuk mencari solusi.

"Semoga ada solusi sebelum lebaran nanti, agar harga daging sapi tetap terkendali," sebutnya.

Ketua Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Tanjungpinang-Bintan, Thamrin, mengatakan, pedagang tidak meraup untung, jika menjual daging segar senilai Rp140 ribu, sesuai dengan Het Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Daging segar Rp170 ribu per kilogram saja, menurutnya hanya mendapatkan untung yang tipis, mengingat harga sapi dan ongkos kirim dari Lampung cukup tinggi.

"Jika Rp170 ribu untungnya juga tipis. Karena ongkosnya tidak main main, Bapanas tidak hitung itu," bebernya. 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved