Kamis, 21 Mei 2026

DEMO DRIVER ONLINE DI KEPRI

Demo Driver Online Batam di Dompak, Minta Gubernur Kepri Jadwalkan Waktu Sebelum Juni 2026

Driver online di Batam meminta Gubernur Kepri, Ansar Ahmad untuk menjadwalkan waktunya sebelum Juni 2026 untuk bertemu dengan mereka.

Tayang:
TribunBatam.id/Istimewa
DEMO DRIVER ONLINE DI KEPRI - Ketua Umum Aliansi Driver Online Batam (ADOB), Djafri Rajab saat menyampaikan hasil pertemuan dengan Kadishub di depan kantor Gubernur Kepri di Dompak, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (20/5/2026). Ia meminta Gubernur Kepri untuk mengatur jadwal secara resmi sebelum Juni 2026, untuk menemui mereka. 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Ketua Umum Aliansi Driver Online Batam (ADOB), Djafri Rajab meminta Gubernur Kepri, Ansar Ahmad untuk menjadwalkan waktunya secara resmi untuk bertemu dengan perwakilan driver online

Permintaan ini ia sampaikan setelah pertemuan dengan Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Riau (Kadishub Kepri), Junaidi, S.E., M.H yang mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri di Dompak, Kota Tanjungpinang, Rabu (20/5/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung sekira setengah jam serta dihadiri 15 orang perwakilan driver online roda dua dan roda empat, mereka menyampaikan 10 poin utama dalam aksi damai itu.

Djafri Rajab bahkan memberi waktu sebelum bulan Juni 2026 agar pertemuan itu kiranya dapat segera terlaksana.

"Yang mau kami bahas mengenai tarif roda dua, roda empat, masalah UU transportasi, BPJS tenaga kerja bagi rekan-rekan driver online dan sejumlah hal lain yang kiranya perlu dibahas dan mendapat dukungan dari Gubernur Kepri," ujarnya dalam video yang diterima TribunBatam.id.

Ketum ADOB itu mengungkap opsi lain jika pertemuan itu tidak terjadi sebelum Juni 2026 ini.

Ia mengungkap jika terdapat lebih dari 4.000 driver online yang akan turun ke jalan Kota Batam untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak mereka.

"Simpel, singkat, jelas, padat. Karena kami sudah hitung-hitungan juga. Saya kira, lebih dari 4 ribu driver online akan turun ke jalan. Kami akan suarakan dan rebut hak-hak kami. Sekarang Kota Batam ini tergantung Gubernur Kepri," tegasnya.

Kadishub Kepri sebelumnya mengatakan jika ia mendapat tugas khusus untuk menerima dan membahas apa yang menjadi keinginan sejumlah driver online dalam aksi damai itu.

Dalam kesempatan itu pula, ia memohon maaf karena Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri berhalangan hadir.

"Pak Gubernur dan Wakil Gubernur sedang bertugas di luar provinsi. Saya ditugaskan khusus untuk menerima dan membahas apa yang menjadi keinginan rekan-rekan semua," kata Junaidi dari balik kerumunan masa, menjawab pertanyaan orator. 

Adapun 10 Poin Tuntutan Dalam Aksi Damai Driver Online Depan Kantor Gubernur Kepri di Dompak Hari Ini, diantaranya:

  • Jalankan tarif ojek & taxi online sesuai SK gubernur 1080&1113/2024 dan sesuai aturan kementerian.
  • Segera sahkan UU transportasi online.
  • Segera revisi UU 22/2009 tentang lalu lintas angkutan jalan.
  • Evaluasi dan jalankan pengawasan keberadaan taksi online di bandara.
  • Tolak lock area untuk semua pelabuhan di Batam.
  • Aturan biaya parkir di pelabuhan dan bandara.
  • Segera selesaikan jaminan sosial tenaga kerja (TK) untuk ojek online sesuai perwako, dan realisasikan jaminan sosial TK untuk taxi online di kepri batam. 
  • Meminta semua aplikasi untuk wajib dan jalankan pelayanan emergency 1x24 jam/ setiap hari.
  • Meminta dengan tegas kepada aplikator Grab dan Gojek untuk mengurangi target jawara dan juara, serta layanan yang merugikan baik untuk kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat.
  • Jalankan Perpres 27/2006 tentang perlindungan pekerja transportasi online. (TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng/*)
Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved