Selasa, 9 Juni 2026

Public Service

Generator Terbakar Pemadaman Listrik Kembali Dilakukan

-Irwansyah Minta Listrik Tetap Menyala Selama UN

Tayang:


Laporan Tribunnews Batam, Zabur Anjasfianto

TRIBUNNEWSBATAM.COM,BATAM - Pemadaman listrik yang dilakukan brigh PLN Batam seharusnya berakhir pada 22 April 2012 lalu terpaksa dilanjutkan karena salah satu generator pada GTG 4 Panaran mengalami ledakan dan terbakar, usai melakukan beberapa perbaikan pemiliharan. Setelah lebih kurang 13 jam mesin generator pemasok daya listrik di Batam dinyalakan usai dilakukan pemiliharaan, tiba-tiba suara ledakan kuat terdengar dan sempat terjadi kebakaran.

Untuk itu agar tidak meluas api yang membakar generator tersebut langsung dilakukan pemadaman listrik dengan cara mematikan berbagai mesin generator tersebut. Demikian disampaikan Direktur Operasional PT Mitra Energi Batam, W Budi Nugroho menjawab pertanyaan dari anggota DPRD Batam, masing-masing Irwansyah dan Tuahman Purba saat melihat langsung masalah yang dihadapi bright PLN Batam, bertempat di PT Mitra Energi Batam, Panaran Kecematan Sagulung, Senin (24/4).

Budi menjelaskan, saat dilakukan pemeliharaan semua pekerjaan yang dilakukan sudah sesuai dengan standar porsedur yang ada. Seperti dilakukan pengecekan ulang setiap generator dalam perbaikan pemelihara oleh tenaga ahli sesuai dengan bidangnya yang dilakukan tenaga profesional.

 Bahkan sempat dinyalakan dan awalnya tidak ada masalah. Tiba-tiba saja setelah 13 jam, generator meledak dan terbakar. Masalah ini pun langsung diberi tahu langsung ke bright PLN Batam dan kemudian mengakibatkan terjadi defisit daya 15-20 Mega Watt (MW) disitem kelistrikan Batam.

"Kerusakan pada generator GTG 4 yang terbakar tersebut masih menunggu pihak asuransi baru bisa mengetahui apa saja yang rusak. Kami akan berusaha untuk secepat mungkin memperbaikinya, namun semua itu masih menunggu pengecekan dari asuransi,"ujar Budi.

Sementara Direktur Teknik Brigt PLN Batam, M Tagor EB Sidjabat menambahkan pemadaman bergilir terpaksa dilakukan kembali karena mengalami defisit daya 15-20 MW disitem kelistrikan Batam. Pihaknya berupaya selama UN berlangsung tidak ada pemadaman listrik. Begitu juga dengan rumah warga tidak ada pemadaman dimalam hari. Pemadaman bergilir tidak hanya berlaku diperumahan, namun kawasan industri juga akan mengalami pemadaman bergilir juga.

 "Kami usahakan secepat mungkin listrik di Batam normal kembali. Kerusakaan generator bukan disengaja. Saya menjamin bahwa selama UN listrik disekolah tidak padam,"ujarnya.

Sementara Irwansyah sendiri meminta kepada bright PLN Batam dan PT Mitra Energi Batam secepat mungkin memperbaiki generator yang mengalami kerusakan. Selain itu bright PLN Batam harus menjamin kalau listrik disetiap sekolah tidak akan padam selama proses UN berlangsung. Begitu juga dengan rumah warga tidak dilakukan pemadaman pada malam hari.

"Saya tadi terperanjat membaca iklan dari bright PLN Batam di Tribun Batam yang mengatakan pemadaman akan kembali dilakukan akibat adanya generator yang rusak. Jelas saja ini namanya pembohongan publik yang sebelumnya pemadaman berakhir pada 22 April 2012 lalu,"ujarnya.

Pihaknya meminta baik bright PLN Batam dan PT Mitra Energi Batam untuk melakukan perbaikan secepat mungkin. Kemudian harus mengetahui permasalahannya, jangan hanya menunggu pihak asuransi, pengorbankan masyarakat dengan melakukan pemadaman bergilir.

 "Meski menunggu pihak asuransi, ya harus ada solusinynay jangan masyarakat yang dikorbankan. Masa masa baru dilakukan perbaikan suadah rusak lagi. Apalgi generator itu baru enam tahun. Seharusnya keduanya baik bright PLN Batam maupun PT Mitra Energi Batam profesional,"ujarnya. (bur)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved