Public Service
Generator Terbakar Pemadaman Listrik Kembali Dilakukan
-Irwansyah Minta Listrik Tetap Menyala Selama UN
Laporan Tribunnews Batam, Zabur Anjasfianto
TRIBUNNEWSBATAM.COM,BATAM - Pemadaman listrik yang dilakukan brigh PLN Batam seharusnya berakhir pada 22 April 2012 lalu terpaksa dilanjutkan karena salah satu generator pada GTG 4 Panaran mengalami ledakan dan terbakar, usai melakukan beberapa perbaikan pemiliharan. Setelah lebih kurang 13 jam mesin generator pemasok daya listrik di Batam dinyalakan usai dilakukan pemiliharaan, tiba-tiba suara ledakan kuat terdengar dan sempat terjadi kebakaran.
Untuk itu agar tidak meluas api yang membakar
generator tersebut langsung dilakukan pemadaman listrik dengan cara
mematikan berbagai mesin generator tersebut. Demikian disampaikan
Direktur Operasional PT Mitra Energi Batam, W Budi Nugroho menjawab
pertanyaan dari anggota DPRD Batam, masing-masing Irwansyah dan Tuahman
Purba saat melihat langsung masalah yang dihadapi bright PLN Batam,
bertempat di PT Mitra Energi Batam, Panaran Kecematan Sagulung, Senin
(24/4).
Budi menjelaskan, saat dilakukan pemeliharaan semua pekerjaan yang
dilakukan sudah sesuai dengan standar porsedur yang ada. Seperti
dilakukan pengecekan ulang setiap generator dalam perbaikan pemelihara
oleh tenaga ahli sesuai dengan bidangnya yang dilakukan tenaga
profesional.
Bahkan sempat dinyalakan dan awalnya tidak ada masalah.
Tiba-tiba saja setelah 13 jam, generator meledak dan terbakar. Masalah
ini pun langsung diberi tahu langsung ke bright PLN Batam dan kemudian
mengakibatkan terjadi defisit daya 15-20 Mega Watt (MW) disitem
kelistrikan Batam.
"Kerusakan pada generator GTG 4 yang terbakar tersebut masih menunggu
pihak asuransi baru bisa mengetahui apa saja yang rusak. Kami akan
berusaha untuk secepat mungkin memperbaikinya, namun semua itu masih
menunggu pengecekan dari asuransi,"ujar Budi.
Sementara Direktur Teknik Brigt PLN Batam, M Tagor EB Sidjabat
menambahkan pemadaman bergilir terpaksa dilakukan kembali karena
mengalami defisit daya 15-20 MW disitem kelistrikan Batam. Pihaknya
berupaya selama UN berlangsung tidak ada pemadaman listrik. Begitu juga
dengan rumah warga tidak ada pemadaman dimalam hari. Pemadaman bergilir
tidak hanya berlaku diperumahan, namun kawasan industri juga akan
mengalami pemadaman bergilir juga.
"Kami usahakan secepat mungkin
listrik di Batam normal kembali. Kerusakaan generator bukan disengaja.
Saya menjamin bahwa selama UN listrik disekolah tidak padam,"ujarnya.
Sementara Irwansyah sendiri meminta kepada bright PLN Batam dan PT Mitra
Energi Batam secepat mungkin memperbaiki generator yang mengalami
kerusakan. Selain itu bright PLN Batam harus menjamin kalau listrik
disetiap sekolah tidak akan padam selama proses UN berlangsung. Begitu
juga dengan rumah warga tidak dilakukan pemadaman pada malam hari.
"Saya
tadi terperanjat membaca iklan dari bright PLN Batam di Tribun Batam
yang mengatakan pemadaman akan kembali dilakukan akibat adanya generator
yang rusak. Jelas saja ini namanya pembohongan publik yang sebelumnya
pemadaman berakhir pada 22 April 2012 lalu,"ujarnya.
Pihaknya meminta baik bright PLN Batam dan PT Mitra Energi Batam untuk
melakukan perbaikan secepat mungkin. Kemudian harus mengetahui
permasalahannya, jangan hanya menunggu pihak asuransi, pengorbankan
masyarakat dengan melakukan pemadaman bergilir.
"Meski menunggu pihak asuransi, ya harus ada solusinynay jangan masyarakat yang dikorbankan. Masa masa baru dilakukan perbaikan suadah rusak lagi. Apalgi generator itu baru enam tahun. Seharusnya keduanya baik bright PLN Batam maupun PT Mitra Energi Batam profesional,"ujarnya. (bur)