Diacungkan Parang ke Atas dan Mulai Menebas, Begitulah Warga Desa Teluk Sunti Tangkal Puting Beliung

Sebilah parang yang telah disiapkan diacungkan ke atas dan melakukan gerakan layaknya orang menebas ilalang.

Diacungkan Parang ke Atas dan Mulai Menebas, Begitulah Warga Desa Teluk Sunti Tangkal Puting Beliung
tribunnews batam/istimewa
Satu dari empat rumah di desa Teluk Sunti, kelurahan Pulau Tereong, Kecamatan Belakang Padang, Batam, yang porak poranda diterjang angin puting beliung, Selasa (11/10/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Peristiwa angin puting beliung yang menerjang beberapa rumah warga di Desa Teluk Sunti, Belakangpadang, Batam, Senin (11/10/2016) pagi, sempat membuat pelajar dan guru di SMAN 13 Batam yang berada di atas bukit pulau tersebut panik.

Beruntung, pada akhirnya angin itu tak sampai ke sekolah tersebut.

Di balik peristiwa ini, ada kisah unik yang dituturkan  warga.

Ketika pusaran angin puting beliung semakin membesar dan mengarah ke sekolah, para guru dan siswa ketakutan.

Baca: BREAKINGNEWS: Puting Beliung Porak Porandakan Rumah Warga Teluk Sunti Batam

Mereka khawatir di sekolah yang saat itu tengah berlangsung kegiatan belajar mengajar, akan porak poranda.

"Kami yang di sekolah takut. Warga yang di sekitar dekolah juga. Akhirnya, ada warga yang berinisiatif untuk menangkal," kata Kamarul Zaman, guru yang menyaksikan kejadian itu kepada Tribun Batam, Selasa siang.

Warga kemudian kembali ke rumah untuk memyersiapkan peralatan guna menangkal puting beliung ini.

Mereka lalu melakukan prosesi dalam ritual yang diyakini masyarakat setempat.

Setelah mempersiapkan diri, lalu komat kamit membaca mantra.

Selang beberapa saat, sebilah parang yang telah disiapkan diacungkan ke atas dan melakukan gerakan layaknya orang menebas ilalang.

"Tau-tau puting beliungnya putus, tapi timbul lagi" kata Kamarul.

Tak berapa lama puting beliung tersebut muncul kembali dan mengarah ke pemukiman warga yang berada di sisi lain pulau yang kemudian memporak-porandakan beberapa rumah warga.

Ritual ini merupakan tradisi sebagai bentuk upaya masyarakat dalam menangkal adanya puting beliung yang mengancam warga dan pemukiman. (*)

Penulis: Bobbi
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help