BREAKINGNEWS: Kabur Dari Kejaran BNN Kepri, Pelaku Narkoba Kritis Tertembak Pantatnya!
Kabur dari sergapan BNN Kepri, pelaku narkoba kritis tertembak pantatnya! Begini kondisinya di IGD RSUP Kepri
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Badan Narkoba Nasional (BNN) Provinsi Kepri menangkap seorang pelaku pengedar narkoba. Petugas BNN sempat kerepotan menangkap pelaku ini hingga akhirnya terpaksa dilumpukan.
Tembakan Petugas ternyata malah mengenai bokong bagian kiri pelaku yang saat itu berusaha melarikan diri dari kejaran para petugas BNN. Saat itu pelaku melepaskan diri dengan menggunakan motor.
"Ia tadi kita amankan satu pelaku. Tapi masih dikembangkan juga," ujar AKBP Bubung Pramiyadi Kabid Berantas BNN Provinsi Kepri dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (27/3/2017).
Kejadian itu diperkirakan pukul 19.15 WIB disamping RSUP Kepri arah Senggarang menuju batu 8 bawah jalan Daeng Tjelak. Lebih lanjut menurut informasi dilapangan, tersangka ditembak saat melesat kencang menggunakan motor. Kejar-kejaraan pun sempat terjadi hingga akhirnya Polisi melepaskan tembakan.
Baca: Ehm! Bermodal Kondom Bekas, Pria ini Raup Untung Puluhan Juta Rupiah. Begini Caranya!
Motor Beat warna merah putih bernomor polisi BP 3398 MP di bagian joknya pun terlihat robek lantaran tepisan pelor. Bubung menuturkan dari barang bukti sekitar 1 ons. Pihaknya pun belum melakukan penimbangan barang bukti.
"Satu ons barang buktinya. Dah nanti kita lagi kembangkan kasus ini," ujarnya lagi.
Sementara itu warga sekitar yang kebetulan melintas di darah tersebut tidak mengetahui secara persis. Hanya saja sempat terdengar suara tembakan. Apa yang terjadi selanjutnya, Deden salah seorang warga ini tidak mengetahui.
"Ada tadi dengar suara tembakan keras aja. Saya gak tau itu apa. Kalau itu Polisi lagi nangkap orang kemungkinan pun bisa," ujarnya.
Pelaku ini langsung dibawa ke RSUP tepatnya kini berada di Instansi Gawat Darurat (IGD) dengan perawatan khusus. Pelaku awalnya dikira petugas meninggal dunia, namun saat dicek ternyata masih bernyawa.
Kini kondisinya pun kritis dengan perawatan khusus seperti ronsen untuk kemudian dilakukan operasi proyektil. Hingga kini belum diketahui identitas pria itu. (*)