TribunBatam/

BATAM TERKINI

Incar Anak Sekolah dan Ibuk-ibu, Begini Modus Jambret Rampol Sebelum Beraksi

Rampol dan kawanannya selama ini sering melakukan aksinya di daerah SP Plaza, jalan Marina, Sagulung, dan simpang Base Camp.

Incar Anak Sekolah dan Ibuk-ibu, Begini Modus Jambret Rampol Sebelum Beraksi
TRIBUNBATAM/IAN PERTANIAN
Rahman Bunga Bin Abdullah Bunga Lolong (18), Spesialist jambret, rampas, dan congkel jok motor diamankan oleh polsek Batuaji, Selasa (2/5/2017) di daerah Merlion setelah melakukan aksinya menjambret pengendara sepeda motor. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Tiga orang kawanan Spesialist jambret, rampas, dan congkel jok motor di daerah Sagulung, Batuaji dan sekitarnya, yang diketuai oleh Rahman Bunga Bin Abdullah Bunga Lolong (Rampol)(19), sampai saat ini masih berkeliaran di luar.

Ketiga orang kawan spesialist jambret tersebut yakni Acil, Fahmi dan Yoel, masih dalam pengejaran Polsek Batuaji, keberadaannya sering berpindah-pindah, menyulitkan polisi untuk melakukan pengamanan.

Ketiga orang yang masih DPO tersebut awalnya diketahui tinggal di Marina, Sagulung dan Putri tujuh. Namun saat ini ketiga orang tersebut tidak terlacak di mana tinggal dan tempat mangkalnya.

Rampol dan kawanannya selama ini sering melakukan aksinya di daerah SP Plaza, jalan Marina, Sagulung, dan simpang Base Camp. Sasaran utama kelompok spesialis jambret dan begal ini adalah anak sekolah yang bermain HP  dan pengendara ibu-ibu.

Aksi rampol dan kawannya saat dalam penyelidikan polsek Batuaji sudah tidak terbilang banyaknya, baik aksi begal, aksi jambret dan aksi jongkel jok motor.

Baca: Panjat Baliho Setinggi 30 Meter, Agustinus Pasang Spanduk Berisi Sejumlah Tuntutan Ini

Baca: Wakil Wali Kota Batam: Pemko Akan Bawa Masalah TDL ke Rapat FKPD

Baca: Rizieq Shihab Tegaskan Takkan Penuhi Panggilan Polisi, Ini Alasannya

"Mereka ini memang spesialist yang selama ini meresahkan masyarakat,"kata Kanit Reskrim Batujai Iptu Rasmen Simamora.

Dia juga mengatakan modus yang dilakukan oleh kelompok rampol tersebut dengan cara mengintai dan mengikuti siapa yang menjadi korbannya.

Jika korbannya anak sekolah kelompok Rampol biasanya melakukan kekerasan,"Kalau anak korbannya anak sekolah biasanya mereka tidak lari, mereka malah mengancam korbannya,"katanya.

Sementara jika korbannya ibu-ibu pengendara sepeda motor maka, kelompok rampok mengikuti dari belakang dan satu orang di depan untuk menghalangi korban jika melakukan pengejaran, dan mengalihkan korban agar tidak melakukan pengejaran.

Samai saat ini pihak Polsek Batuaji, masih terus mendalami kasus kompoltan Rampol, spesialist jambret, begal, congkel jok motor di daerah Batuaji Sagulung dan sekiatarnya. (*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help