TribunBatam/

Bakal Kucurkan Rp 60 Triliun ke Desa, Simak Kekhawatiran Sri Mulyani

Ia berharap dana yang disalurkan tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat.

Bakal Kucurkan Rp 60 Triliun ke Desa, Simak Kekhawatiran Sri Mulyani
KOMPAS.com/YOGA SUKMANA
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, saat ini Kemenkeu sedang melakukan pembelajaran lebih lanjut terkait realisasi transfer dana ke daerah dan dana desa mulai tahun ini dan selanjutnya.

Menurut dia, ke depannya, akan ada formulasi khusus transfer belanja, khususnya di daerah, agar penggunaannya lebih optimal.

"Saya lihat bagaimana proyek-proyek ini bisa jadi pembelajaran pemerintah. Kenapa tidak memformulasikan belanja, sehingga memberi insentif yang lebih baik bagi Pemda, termasuk air, sanitasi, dan lain-lain," paparnya saat ditemui di acara Indonesia Economic Quarterly 2017, Kamis (15/6/2017).

Baca: Gunakan Paku Khusus, Ternyata Begini Cara Perampok, Lumpuhkan Ban Mobil Korban

Baca: The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Poin, Ini Kata Dirut BEI

Baca: WADUH, 16 PNS Batam Bakal Dipecat. Kenapa?

Ani menjelaskan, dana yang dialokasikan untuk daerah, anggarannya cukup besar. Ia berharap dana yang disalurkan tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat.

"Hal ini mengungkapkan kekhawatiran saya terhadap jumlah yang kita alokasikan ke desa. Sekitar Rp 60 triliun atau US$ 5 miliar itu yang langsung kita berikan ke desa. Bagaimana dana ini benar-benar bisa memperbaiki ekonomi daerah," ujarnya.

Menurutnya, apabila dana yang cukup besar tersebut tidak dikelola dengan baik, malah menimbulkan masalah sosial yang akan berdampak besar ke depannya. "Bahkan, hal ini bisa menimbulkan masalah baru atau menciptakan banyak kekecewaan, ketika tidak dikelola dengan baik," katanya. (*)

*Berita di atas sebelumnya telah dipublikasikan di Kontan.co.id dengan judul : Sri Mulyani: Dana daerah wajib dikelola maksimal

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help