Penerimaan Siswa Baru di Tanjungpinang, Polisi Bidik Modus Pungli Lewat Titipan Pejabat dan Calo!

Penerimaan Siswa Baru Tanjungpinang, Polisi Bidik Modus Pungli Lewat Titipan Pejabat dan Calo!

Penerimaan Siswa Baru di Tanjungpinang, Polisi Bidik Modus Pungli Lewat Titipan Pejabat dan Calo!
Ilustrasi. Suasana sosialisasi Tim Saber Pungli Anambas pada seluruh kepala sekolah terkait penerimaan siswa baru 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- ‎Permasalahan Pungli kerap terjadi saat Musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Oleh karenanya perlu ekstra pengawasan agar panitia penyelenggara pendaftaran siswa baru tidak disalahgunakan.

Baca: Tim Saber Pungli Awasi Sekolah di Tanjungpinang, Sapu Bersih Sekolah Nekat Pungli!

Baca: Curiga Istri Selingkuh, Pria Ini Pergoki Istrinya Lagi Beginian di Ranjang Pria Lain!

Kompol Andy Ramansyah ketua tim Saber Tanjungpinang menuturkan pihaknya tengah melakukan pengawasan ke sejumlah sekolah.

Pihaknya namun tetap juga memberikan himbauan kepada sekolah untuk menghindari praktek Pungli.

"Kita awasi proses penerimaan murid baru. Pastinya ini perlu untuk menghindari Pungli. Kita pun telah kordinasi dengan pemko Tanjungpinang terkait ‎pengawasan penerimaan siswa," kata Andy di konfirmasi, Senin (3/7/2017).

‎Proses hukum menanti jika memang diketahui ada pelanggaran hukum dengan menguntungkan pribadi. Oleh karenanya dihimbau kepada seluruh sekolah khususnya panitia penerimaan siswa untuk menghindari praktek pungli.

"Jika ada pungli pemberian sesuatu dengan harapan anaknya dapat diterima laporkan ke kita. Kita berharap panitia dapat bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku," tuturnya.

Potensi Pungli diakui memang besar terjadi pada penerimaan siswa baru. Dengan berbagai trik dan cara meloloskan si anak, tak jarang mereka juga dapat memanfaatkan makelar atau melalui nama-nama pejabat yang berpengaruh sekaligus dapat mempengaruhi.

"Kita tindak tegas tentunya jika ada temuan. Oleh karenanya silahkan melaporkan ke kita," tutupnya. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help