Polisi Tembak Sarawi, Tersangka Pembegalan di Batuaji, Ini Sepak Terjangnya!

Polisi Tembak Sarawi, Tersangka Pembegalan di Batuaji, Ini Sepak Terjangnya!

Polisi Tembak Sarawi, Tersangka Pembegalan di Batuaji, Ini Sepak Terjangnya!
Ist
Sarawi saat dibawa melihat Wardana (22) saat berada di ruang perwatan RSUD Embung Fatimah 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Ketua Begal dari Persatuan Junior Rantau Family (PJRF) dihadiahi timah Panas oleh unit Reskrim polsek Batuaji, setelah ditangkap di kontrakannya di Ruko Senawangi, batuaji Batam, Sabtu (1/7) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Baca: Tiga Hari Dirawat di RSUD Embung Fatimah, Korban Begal di Paradis Meninggal

Baca: Curiga Istri Selingkuh, Pria Ini Pergoki Istrinya Lagi Beginian di Ranjang Pria Lain!

Sarawi, (20) inilah nama ketua PJRF yang dihadiahi timah panas di betis sebelah kanan, karena berusaha kabur saat digerebek polisi dirumah kontrakannya.

Sarawi, dikenal selama ini ganas dan sudah banyak melakukan aksi kriminal di Batuaji, bahkan selain aksi kriminal litas Sariwi, juga dikenal sebagai lelaki yang suka menghamili perempuan bagi siapa yang disukainya.

Sarawi diamankan bersama empat orang komplotannya di kontrakan ruko Senawangi, setalah melakukan pembegalan terhadap Wardana di depan hotel Holie Paradis batuaji Jumat (30/6) malam sekiatar pukul 02.00WIB.

Wardana yang menjadi korban dari aksi kriminalitas dari kelompok PJRF meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama tiga hari di RSUD EF.

Di Polsek Batuaji Sarawi, mengatakan dirinya tidak ingat sudah berapa kali melakukan aksi kriminalitas,"Saya tidak tahu bang, saya baru dua kali,"katanya singkat.

Meski sudah dihadiahi timah panas dan tangan diborgol, Sarawi terlihat santai dan tidak menyesali perbuatannya.

Sarawi diamankan bersama tiga anggota kelompoknya yakni Aldo (15),Rolan (18), dan Panca (16). Untuk Aldo sendiri masih baru tamak sekolah dari SMP Bina uma, Rolan baru lulus dari SMK, dan Panca (16) sudah tidak sekolah dan sudah punya istri dan memiliki anak umur tiga bulan.

Sarawi mengatakan anggotanya belum banyak sampai saat ini baru lima orang, dan satu orang lagi atas nama Viktor sudah berangkat ke kaimun."Kami baru lima orang, kelompok kami masih kecil,"kata Sarawi.

Saat ditanya bagaimana dengan hukuman yang akan dijalani, Sarawi hanya menjawab jalanin saja."Jalanin ajalah, mau gimana lagi,"kata Sarawi. (*)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help