Polisi Bongkar Komplotan Pembobol ATM Lintas Negara, Pelaku Ternyata Tinggal di Sengkuang!

Polisi Bongkar Komplotan Pembobol ATM Lintas Negara, Pelaku Ternyata Tinggal di Sengkuang!

Polisi Bongkar Komplotan Pembobol ATM Lintas Negara, Pelaku Ternyata Tinggal di Sengkuang!
WARTAKOTA
Ilustrasi Mesin ATM 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Dua pelaku pembobol Automated Teller Machine (ATM) Rampudu Togatorop diciduk polisi di rumahanya Kavling Sei Tering Blok C 1 No 54 RT/03 RW 019, Tanjung Sengkuang, Batuampar, Kamis (24/8/2017) malam.

Baca: Inilah 5 Perbedaan Bercinta Dengan Pria Yang Disunat dan Tidak Disunat, Nomor 4 Mengejutkan!

Baca: Istri Kerja di Malaysia, Pria Batam Ini Hamili Anak dan Adik Iparnya! Begini Modusnya, Ini Videonya

Baca: Terungkap! Inilah Kebiasaan AS Yang Bikin Indonesia Pilih Beli Jet Tempur Rusia Ketimbang Amerika!

Sementara pelaku lainnya berinisial Zailani alias M alias Metal juga diciduk polisi tidak jauh dari rumah Rampudu Togatorop,di Kavling Blok E, Tanjung Sekuang No 63 RT 005 RW 011 Kel Tanjung Sengkuang Kecamatan Batu Ampar pada Jumat (25/8/2017) dini hari.

Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Lutfi Martadian menjelaskan, penangkapan kedua pelaku itu merupakan pengembangan dari pelaku yang ditangkap sebelumnya oleh Polda Sumut beberapa waktu lalu, Tunggul Hatigor Sihombing.

"Benar keduanya sudah diamankan," kata Lutfi saat dikonfirmasi Jumat siang. Lutfi mengatakan, penangkapan keduanya dilakukan oleh Jatanras Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri dan bekerja sama dengan tim Polda Sumatera Utara. Pengungkapan dan penangkapan di Batam oleh Polda Sumut dipimpin langsung Kasubdit III Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Aris Rusdiyanto.

Mengenai jejak rekam kedua pelaku yang baru ditangkap dan satu pelaku yang sudah ditangkap Tunggul Hatigor Sihombing, diduga merupakan sindikat pembobol ATM internasional. "Mereka (ketiga pelaku) pengakuannya juga pernah beraksi di Singapura dan Malaysia," katanya.

Selain di luar negeri, ketiganya sudah pernah beraksi di beberapa provinsi. Yakni di Provinsi Kepri, Sumatera Utara (Sumut) Papua, Sulawesi dan beberapa provinsi lainnya. Dari pengakuan tersangka, beraksi paling banyak dilakukan di Sumut. (*)

Berita terkait baca Harian Tribun Batam edisi Sabtu (26/8/2017)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help