Meradang Kena Sanksi PBB, Korea Utara Ancam Percepat Program Senjata Nuklir

Pyongyang menyebut serangkaian sanksi yang ditetapkan Perserikatan Bangsa Bangsa merupakan sanksi yang sangat kejam, tidak berperikemanusiaan.

Meradang Kena Sanksi PBB, Korea Utara Ancam Percepat Program Senjata Nuklir
EPA
Warga Korea Selatan menyaksikan berita ujicoba nuklir Korea Utara, Minggu (14/5/2017) lalu. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Korea Utara (Korut) memperingatkan, semakin banyak sanksi dan tekanan yang dijatuhkan, akan semakin mempercepat pengembangan program nuklir Pyongyang.

Lewat pernyataan resminya, Pyongyang menyebut serangkaian sanksi yang ditetapkan Perserikatan Bangsa Bangsa merupakan sanksi yang sangat kejam, tidak etis, dan tidak berperikemanusiaan.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Korut, seperti yang dilansir dari kantor berita KCNA, mengatakan: "Peningkatan sanksi oleh AS dan aliansinya kepada DPRK (Democratic People's Republic of Korea) hanya akan mendorong kami untuk mempercepat penyelesaian program senjata nuklir negara."

Diutarakan pula, tujuan dari sanksi PBB yang disetujui 11 September lalu, merupakan tekanan untuk menghapus penduduk, sistem, dan pemerintah Korut.

Sanksi ini merupakan upaya untuk membuat Korut kekurangan pasokan minyak dan memangkas pendapatan untuk pengembangan program senjata nuklir, melarang impor minyak dan pelarangan ekspor tekstil.

Baca: Isi Ulang Uang Elektronik Bakal Kena Biaya, Begini Aturan Bank Indonesia

Baca: TEGA! Begini Cara Renold Aniaya Anak Kandungnya hingga Memar

Baca: TERUNGKAP! Ternyata Ini Alasan Pemprov Kepri Memberlakukan Pungutan SPP

Namun, para kritikus mempertanyakan efektivitas penetapan sanksi ini. Pasalnya, Korut masih bisa melakukan perdagangan di dunia internasional.

Berdasarkan laporan kantor berita Bloomberg, tingkat perdagangan Korut dengan China pada tahun lalu diestimasi memiliki kontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi Korut sebesar 3,9%.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help