BATAM TERKINI

Pemasukan Tarif Parkir Bocor, Diduga Akibat Kesalahan Sistem Ini

Dengan sistem manual sangat dimungkinkan terjadinya kebocoran karena pertanggungjawaban di lapangan tidak terkontrol.

Pemasukan Tarif Parkir Bocor, Diduga Akibat Kesalahan Sistem Ini
TRIBUNBATAM/DOK
Ilustrasi retribusi parkir 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Dugaan maraknya karcis parkir palsu di Batam dinilai sangat merugikan Pemko Batam.

Potensi kebocoran retribusi sangat besar. Namun, besarannya belum bisa dipastikan.

Untuk 2017 ini, target pemasukan dari retribusi parkir sebesar Rp 6 miliar. Hingga awal September kemarin, Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam mencatat, realisasi pemasukan dari retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum berada di angka Rp 2,98 miliar.

Kepala BP2RD Kota Batam, Raja Azmansyah tak berkomentar banyak soal upaya untuk meningkatkan pencapaian itu, termasuk juga untuk mencegah kebocoran dari retribusi parkir.

"Retribusi parkir itu kinerjanya Dinas Perhubungan (Dishub). Kami hanya pada tataran supporting kebijakan," tegas Azmansyah.

Baca: Karcis Parkir Palsu Mulai Marak di Batam. Begini Cara Membedakannya

Baca: ASTAGA! Nekat Curi Kotak Amal 11 Masjid, Uangnya Untuk Booking PSK dan Mabuk

Baca: EDAN! Komplotan Ini Curi 31 Unit Motor di Batam. Harga Jual ke Penadah Bikin Nyesek

Menyinggung kondisi perparkiran ini, anggota DPRD Kota Batam,Uba Ingan Sigalingging, mengaku tidak heran.

"Kalau yang di jalan-jalan, memang banyak yang tidak pakai karcis,” katanya.

Menurut Uba, kondisi tersebut lebih dikarenakan sistem pemungutan parkir di Batam masih berbasis manual.

"Dengan sistem manual sangat dimungkinkan terjadinya kebocoran karena pertanggungjawaban di lapangan tidak terkontrol," ujar dia.

Uba pun mengatakan, belum melihat paparan dari Pemko Batam tentang potensi parkir di daerahnya. Khususnya parkir di tepi jalan.

"Jika dibandingkan retribusi sampah yang mengalami kenaikan pendapatan, retribusi parkir kebalikannya. Saya kira ini terkait sistem kerja di dalam pemungutan parkir di lapangan," kata Uba.

Lalu, apa yang harus dilakukan pemko? "Dishub yang bisa menjawab. Tetapi menurut saya, semua petugas parkir harus diberi pelatihan untuk bekal kerja. Kemudian, Dishub harus menghitung ulang potensi pendapatan retribusi parkir di jalan raya," ujar dia. (egw/wie)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved