BATAM TERKINI

Bisnis Oleh-oleh Batam Mulai Digarap Artis, Pemko Diminta Bertindak. Kenapa?

Belakangan ini, bisnis oleh-oleh milik artis mulai merambah Batam. Menyikapi hal itu Pemko Batam diminta bertindak cepat terutama terkait hal ini.

Bisnis Oleh-oleh Batam Mulai Digarap Artis, Pemko Diminta Bertindak. Kenapa?
Tribun Batam/Argianto
Ilustrasi Batam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Uba Ingan Sigalingging mendorong Pemerintah Kota Batam melakukan penguatan kegiatan pariwisata berbasis masyarakat.

Hal itu menyusul mulai maraknya ekspansi produk makanan atau produk lainnya dari luar daerah ke Batam. Utamanya yang dikembangkan artis.

Tak lain tujuannya, agar pelaku-pelaku usaha kecil mikro di Batam tak menjadi penonton di daerah sendiri.

"Kalau pariwisata tak berbasis masyarakat seperti hari ini, dimungkinkan masyarakat hanya jadi penonton," kata Uba, Senin (25/9/2017) di DPRD Kota Batam.

Sementara menurut Uba, sebagai daerah yang diberikan keunggulan dari sisi geografis--dekat dengan negara-negara tetangga, Batam tak bisa menutup diri dari hal-hal semacam itu.

"Makanya perlu duduk bersama. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas UMKM, dan dinas lainnya untuk penguatan kegiatan berbasis masyarakat. Termasuk dengan BP Batam juga. Lupakan dulu masalah kewenangan," ujar dia.

Baca: HEBOH! Beda Usia 49 Tahun, Alasan Ade Nikahi Nenek Sanih Bikin Kaget

Baca: Sejumlah Kepala Daerah Kena OTT KPK, Apa Kata Mendagri?

Baca: Dibuka Sejumlah Lowongan Kerja untuk Area Batam. Cek Syaratnya di Sini

Uba pribadi mengaku agak kecewa dengan kinerja pemerintah saat ini. Di satu sisi ingin mengembangkan pariwisata Batam, di sisi lain upaya pengembangan ke arah itu belum begitu terlihat. Perlu pengembangan tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari suprastruktur.

"Kegiatan Disbudpar sekarang ini lebih banyak seremonial. Konkretnya apa? Mesti didorong ke arah itu," kata Uba.

"Banyak kok sebenarnya turis yang mau datang lihat langsung proses pembuatan sesuatu di Batam. Ini potensi yang perlu diadakan. Apa karena ketidakmampuan Disbudpar menggarap itu, saya kurang tahu," ujar dia. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi cetak, Selasa 26 September 2017

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved