BATAM TERKINI

Proyek tak Selesai Sesuai Deadline, Uang Jaminan Milik BP Batam. Cahya: Apa Tak Keterlaluan?

Uang jaminan baru dikembalikan setelah investor menyelesaikan proyek. Jika proyek selesai 10 tahun, maka dana baru dikembalikan 10 tahun kemudian.

Proyek tak Selesai Sesuai Deadline, Uang Jaminan Milik BP Batam. Cahya: Apa Tak Keterlaluan?
TRIBUNBATAM/ANDRIANO MONA
Ketua Apindo Batam Ir Cahya 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Investor masih mempertanyakan tujuan penerbitan Perka BP (Badan Pengusahaan) Batam nomor 10 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Administrasi Lahan.

Perka yang ditetapkan pada 6 Juni 2017 itu baru diketahui umum pada Kamis (28/9/2017).

“Kami baru tahu Kamis. Perka itu menimbulkan kekhawatiran baru dan sangat meresahkan kalangan pengusaha maupun calon investor,” ujar Ketua Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Kepri Cahya, Minggu (1/10/2017)

Poin yang mendapat sorotan yakni Pasal 20. Isinya, pengguna lahan diwajibkan menyerahkan jaminan pelaksanaan pembangunan sebesar 10 persen dari total nilai pembangunan.

Artinya jika calon investor mengestimasi total proyek Rp 2 triliun, maka investor harus menyetor uang jaminan Rp 200 miliar ke BP Batam.

Baca: Pengusaha Resah, Bangun Lahan Wajib Setor Jaminan. Nilainya Bisa Triliunan Rupiah!

Baca: Tertahan 7 Jam, Ini Detik-detik Kekesalan Penumpang Lion Air hingga Tonjok Kaca Loket

Baca: Sejumlah Penumpang Ngamuk Karena Pesawat Delay, Ini Jawaban Lion Air

Uang jaminan baru dikembalikan setelah investor menyelesaikan pembangunan proyek. Jika proyek selesai 10 tahun, maka dana baru dikembalikan 10 tahun kemudian.

“Jika tidak selesai sesuai waktu, maka dana tersebut akan dicairkan menjadi milik BP Batam. Apakah aturan seperti ini tidak keterlaluan?” ucap Cahya.

Apalagi, kewajiban menyetor uang jaminan 10 persen tersebut akan menghasilkan nilai yang sangat besar. Bahkan nilainya bisa mencapai triliunan rupiah. (ath/egw)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help