TribunBatam/

BATAM TERKINI

Diciduk Polisi karena Hamili Anak di Bawah Umur. Tersangka : Saya Takut Dikejar Pakai Parang

Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja mengamankan EP (21)‎ setelah dilaporkan oleh orangtua RS (16) karena tuduhan telah menghamili anak di bawah umur.

Diciduk Polisi karena Hamili Anak di Bawah Umur. Tersangka : Saya Takut Dikejar Pakai Parang
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
EP (21) ditangkap polisi di kawasan Bukit Senyum karena menghamili anak di bawah umur 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja mengamankan EP (21)‎ setelah dilaporkan oleh orangtua RS (16) karena tuduhan telah menghamili anak di bawah umur.

Tersangka ditangkap polisi di kawasan Bukit Senyum, Rabu (11/10/2017).

EP yang ditemui di Polsek Lubuk Baja mengaku sudah hampir dua bulan tidak bertemu dengan RS. Ternyata RS mengaku sudah hamil enam bulan dari hasil buah cinta mereka.

"Saya memang pacaran sama dia empat bulan. Kemudian dua bulan tidak ketemu lagi sama dia. Kemudian dia hamil dan mengatakan kalau anak itu adalah anak saya. Saya dilaporkan ke polisi," kata EP.

Tersangka mengakui kalau dia sudah beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami istri dengan RS. "Pernah di rumahnya dan di beberapa hotel. ‎Sekitar lima kali saya melakukannya," terangnya.

Baca: Dikira Bungkusan Biasa, Ternyata Mayat Bayi Sempat Nginap Semalam dalam Angkot

Baca: TERUNGKAP! Setelah PT Sanmina Tutup, Segini Jumlah Pengangguran di Batam Saat Ini

Baca: Lowongan Kerja di Batam - Sekolah, Salon hingga Butik di Batam Butuh Karyawan. Cek Syaratnya di Sini

Baca: BREAKINGNEWS. Mayat Bayi Ditemukan dalam Kotak Sepatu. Ada Kertas Bertulis Pesan Ini

EP sendiri mengaku sebelumnya pernah berniat untuk mendatangi rumah RS untuk bertanggungjawab. Tetapi ia takut dengan keluarga RS.

"Saya takut nanti dikejar pakai parang. Dulu saya pernah ke sana, Saya mau saja bertanggung jawab," sebutnya lagi.

‎Setelah insiden itu. EP enggan lagi datang ke rumah RS hingga dua bulan terakhir. Namun janin yang dikandung oleh RS tidak bisa disembunyikan. Semakin hari, perut RS semakin membesar dan akhirnya timbulah kecurigaan kedua orangtua korban dan berujung ke laporan polisi.

"Baru tadi pagi saya ditangkap. Memang saya mau tanggungjawab kemarin itu," sebutnya. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi cetak, Kamis 12 Oktober 2017

Penulis: Eko Setiawan
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help