TribunBatam/

Mellennial

Nggak Cuma Pemanis, Sekretaris Masa Kini Harus Multitasking

Profesi sebagai sekretaris tidak bisa dianggap remeh, karena kini telah berganti imagenya.

Nggak Cuma Pemanis, Sekretaris Masa Kini Harus Multitasking
TRIBUNBATAM/ANDRIANI
Ilustrasi 

PROFESI sekretaris identik dengan wanita cantik, asisten bos dan duduk di atas meja dengan segala dokumennya.

Padahal, dalam dunia nyata, tugas sekretaris lebih dari sekadar duduk di belakang meja dan tersenyum manis.

"Lancar atau tidaknya suatu perusahaan tergantung dari sekretarisnya. Bahkan bisa dibilang sekretaris memiliki posisi yang berpengaruh besar dalam perusahaan," ujar Puji Triwistari Ningrum selaku ketua BPC ISI (Ikatan Sekertaris Indonesia) Batam.

Artinya, selain harus bisa menguasai administrasi perkantoran, seorang sekretaris juga harus multitalenta.

Sebab, ia juga harus menguasai public speaking dengan baik, bisa menjadi humas yang baik, menjadi seorang IT hingga menjadi seorang supir untuk atasan atau bosnya.

"Sekretaris itu sebagai jembatan antara bos dengan client. Sehingga ia harus memiliki memiliki kemampuan humas yang baik. Sekretaris juga memegang penting keputusan yang diambil. Jadi ia harus memiliki pengetahuan umum yang luas dan mempunyai sciencetifikasi yang tinggi akan perkembangan dunia usaha," ujar Puji.

Grafis-Sekretaris

Selain itu guys, sebagai seorang sekretaris, kamu juga harus menguasai beberapa bahasa. Selain bahasa Inggris, bahasa Mandarin, Perancis, dan bahasa Jepang menjadi nilai plus seorang sekretaris. Dan tentunya pula, ia juga harus mahir dalam teknologi -teknologi masa kini.

"Karena dituntut untuk bisa public speaking yang baik dan menjadi humas juga, jadi sekretaris itu harus bersikap sopan, berpakaian yang sopan, dan bertutur kata yang baik dan sopan juga," ujarnya.

Baca: Minuman Kaya Serat Ini Sangat Cocok Untuk Diet. Berani Coba?

Baca: Yuk, Berkreasi dengan Kantong Plastik! Cek Tutorialnya di Sini

Baca: Awas! Salah Share Konten di Media Sosial Bisa Bahaya. Ini Akibatnya!

Profesi sebagai sekretaris tidak bisa dianggap remeh. Karena profesi yang biasa dilakukan oleh perempuan ini telah berganti imagenya. Kini sekretaris juga bisa dilakukan oleh seorang lelaki. Dan profesi sekretaris juga mempunyai kode etik hingga organisasi menaunginyan yaitu Ikatan Sekretaris Indonesia (ISI).

"Sedihnya kadang dibuat nangis sama bos karena over load pekerjaan. Dalam bahasa kasarnya pembantu bos. Jadi kita harus memiliki sifat yang humble. Jadi sekretaris itu harus tahan mental, dan dia sebagai mediator. Cantik itu relatif, usia biasanya jadi sekretaris itu 20-24 tahun. Kalau lebih tergantung dari perusahaan,"jelasnya. (*)

Kenapa Pilih Profesi Ini?

Mellennial-Ana
Anna Paula Syahputra (IG: @annapaulasyahputra)
Selain mendapat pengalaman berharga, kita juga diberi kepercayaan oleh pemimpin dan perusahaan untuk rahasia yang tidak semua karyawan boleh tahu. Tugas-tugas sekretaris sangatlah penting, karena tanpa adanya sekretaris pemimpin akan sulit untuk fokus pada pekerjaan besar, dengan adanya sekretaris, maka terbantulah untuk urusan yang kecil-kecil sekalipun.
Mellennial-Rizky
Rizky Octavia Catur Putri (IG: @kikyoctavia)
Kalau menurut saya pribadi banyak challenge-nya, kita dituntut tidak hanya cakap dalam satu jenis pekerjaan tapi bermacam-macam, dan kadangkala harus dikerjakan pada waktu yang bersamaan.
Mellennial-Sobirin
Sobirin (IG: @sobirinside)
Menariknya menjadi sekretaris adalah ketika kita selalu mendapatkan kesempatan untuk terus upgrade skill, knowledge and attitude : anytime and everywhere.
Penulis: andriani
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help