Buntut Demo PMII di Disdik Kepri, Sejumlah Mahasiswa dan Polisi Terluka. Lihat Videonya
Tak pelak, setelahnya aksi dorong antara aparat keamanan dan mahasiswa pun tidak bisa terhindar lagi. Mahasiswa dan polisi terluka.
Penulis: Thom Limahekin |
TRIBUNBATAM.ID, TANJUNGPINANG- Aksi unjuk rasa sejumlah anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tanjungpinang-Bintan di kantor Disdik Kepri, Pulau Dompak Tanjungpinang, Senin (18/12), siang berlangsung ricuh.
Puluhan mahasiswa yang datang langsung meminta bertemu dengan kepala Disdik Kepri Arifin Nasir.
Tidak aksi unjuk rasa berlangsung, Arifin pun hadir untuk menemui mereka.
Mahasiswa dan Arifin sempat adu mulut bahkan berujung ke adu fisik.
Namun, mereka dihalangi oleh aparat keamanan yang berjaga.
"Kau omong yang sopan yah, Dinda," kata Arifin seraya menunjuk ke mahasiswa.
"Bapak juga membohongi kami," tukas Jasman, koordinator aksi unjuk rasa.
Tak pelak, setelahnya aksi dorong antara aparat keamanan dan mahasiswa pun tidak bisa terhindar lagi.
Sejumlah mahasiswa ditarik dan ditendang oleh anggota kepolisian.
Akibat aksi itu, beberapa mahasiswa mengalami luka ringan dan berdarah.
Jasman memastikan akan membuat laporan atas tindakan kekerasan aparat keamanan tersebut.
Baca: BREAKINGNEWS: (VIDEO) Saat PMII Demo, Kabid PPK Disdik Kepri Tiba-Tiba Tumbang dan Kini Meninggal
Baca: Inilah Sosok Mardiana, Kabid PPK Disdik Kepri yang Meninggal Saat Demo PMII Berlangsung
"Kami akan membuat laporan atas tindakan kekerasan ini. Tapi saat ini kami fokus pada permasalahan beasiswa. Setelah ada nama ganda, kami temukan juga ada penerima beasiswa bukan anak Kepri. Mereka berdomisili di Semarang, Pontianak, Pekanbaru dan lain-lain," kata Jasman.
Ternyata tidak hanya mahasiswa yang terluka, anggota polisi Aiptu Young Risa juga mengalami luka di lutut kanan.
Darah mengalir dari lututnya tersebut.
Kasat Shabara Polres Tanjungpinang AKP Limin membenarkan ada anggotanya terluka. Namun, dia tidak mempermasalahkan hal tersebut.
"Kami hanya memberikan pengamanan saja. Kami batasi mereka. Sedikit agak kita sayangkan, adik-adik justru dorong. Kami tidak melakukan aksi kekerasan kepada mereka," ungkap Limin.