TribunBatam/
Home »

News

» Sains

Pernah Tidur Ketindihan? Ternyata Begini Penjelasan Medisnya

Kelumpuhan tidur adalah hasil dari disosiasi fase tidur kita. Kondisi ini biasanya terjadi saat kita akan tertidur atau baru terbangun

Pernah Tidur Ketindihan? Ternyata Begini Penjelasan Medisnya
ilustrasi. Tidur ketindihan (sleep paralysis) 

TRIBUNBATAM.id - Pernahkah Anda terbangun dari tidur dan mendapati diri tidak bisa bergerak dan berbicara, bahkan kesulitan bernapas? Apa yang Anda alami sering disebut sebagai "ketindihan" dalam tidur.

Walaupun sering dikaitkan dengan hal-hal supranatural, rupanya fenomena "ketindihan" memiliki istilah ilmiah, yaitu kelumpuhan tidur atau sleep paralysis.

Menurut Dr Jan Dirk Blom, kelumpuhan tidur adalah hasil dari disosiasi fase tidur kita. Kondisi ini biasanya terjadi saat kita akan tertidur atau baru terbangun.

Baca: Gegara DONALD TRUMP, Natal di Yerusalem tak Semeriah Sebelumnya. Turis tak Banyak yang Datang

Baca: Perayaan Malam Natal di Gereja GBI Tabgha SP Plaza Berlangsung Penuh Sukacita

Baca: Cuaca Dingin hingga 8 Derajat di Thailand dan Myanmar. Anak-anak Gajah Ini Dibekali Jaket Khusus

Saat kelumpuhan tidur terjadi pada kita, dua aspek tidur REM (Rapid Eye Movement) muncul. Otot-otot tubuh menjadi rileks ke tingkat seperti lumpuh, sementara pikirannya terbangun, meskipun orang tersebut masih bermimpi dan tubuhnya tidak bisa bergerak.

" Tidur berbaring dengan kondisi seperti lumpuh akan membangunkan sistem kewasdapaan dalam otak yang dapat menimbulkan halusinasi sesosok makhluk sedang duduk di dada," kata Blom kepada Livescience pada hari Senin (18/12/2017).

Hal tersebut merupakan kombinasi dari memori lingkungan nyata danmimpi buruk seseorang, yang diproyeksikan ke dunia nyata. "Pengalaman itu terasa sangat nyata," kata Blom dikutip dari Livescience, Senin (18/12/2017).

Walaupun terdengar sepele dan sangat dimengerti secara ilmiah, rupanya kelumpuhan tidur patut diseriusi oleh psikiater dan psikolog.

Halaman
123
Editor: nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help