Menjelang Paskah, Warga Binaan Lapas Wanita dan Anak Dikunjungi Para Pemuda Nasrani
Menjelang perayaan paskah, sejumlah pemuda dan pemudi nasrani mengunjungi Lembaga Permasyarakatan Perempuan dan Anak Batam
Laporan Leo Halawa
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Menjelang perayaan paskah yang sebentar lagi tiba, sejumlah pemuda dan pemudi nasrani mengunjungi Lembaga Permasyarakatan Perempuan dan Anak Batam, Sabtu (24/3/2018).
Para pemuda yang mendatangi warga binaan ini tergabung dalam Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Batam, Persekutuan Gereja-Gereja di Wilayah (PGIW) Kepri.
Wakil Ketua bidang Hubungan Antar Lembaga, Amdan Siallagan menjelaskan, tujuan kedatangan mereka adalah melakukan pelayanan kasih.
Pelayanan ini, tambahnya, berupa Ibadah dan khotbah yang dibawakan oleh Biv Tetty Sihombing dari Huria Kristen Batam Proptestan (HKBP) Lubuk Baja.
''Momen ini, tentu sangat menyentuh bagi seluruh umat nasrani. Sebagai makhluk sosial ciptaan Tuhan, saling mengisi. Agar kesepian dan kerinduan yang selama ini berat bisa teringankan dengan pelayanan kasih ini,'' jelas Amdan.
“Bagaimana pun, mereka adalah saudara-saudara kita. Kami ingin mengunjungi mereka, berbagai kasih dalam momen paskah nanti, biarpun mereka sedang dalam masa hukuman bukan berarti mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk dilayani,” tambah Amdan.
Selain itu, pemuda nasrani ingin menmperdengarkan suka cita Yesus Kristus di dalam Lapas.
Pembelajaran ini menurutnya berisikan nilai-nilai kehidupan.
“Kesaksian mereka cukup beragam, ada yang dicobai, ada penolakan dari keluarga, ada juga yang merasakan kerinduan yang mendalam terhadap orang-orang yang mereka cintai. Kita ingin dengar dari mereka bahwa pembelajaran itu tidak enak, namun harus dirasakan,” paparnya.
“Ada yang akan bebas, dan ada yang mau pindah ke tempat lain, jadi permintaan mereka terkabul untuk merayakan paskah bersama dengan kehadiran kami dalam pelayanan tadi,” tambah Sekretaris Cabang GMKI Batam Yesika Christin
Penuturan dari penghuni lapas, mereka merasa sangat bahagia mendapat payanan ini. Mereka mengaku merindukan bisa merayakan paskah.
Pada akhir acara, penghuni lapas diberikan bingkisan berupa peralatan mandi.