MANTAP! Karimun Kini Sudah Punya Produk Beras Sendiri. Merknya: Aura Karimun

"Untuk musim panen berikutnya kita coba 50 hektare dari total lahan yang kita siapkan 275 hektare," ujar Bupati Karimun Aunur Rafiq

MANTAP! Karimun Kini Sudah Punya Produk Beras Sendiri. Merknya: Aura Karimun
TRIBUNBATAM.id/RACHTA YAHYA
Peluncuran beras Karimun 'Aura Karimun' di Desa Teluk Radang, Kecamatan Kundur Utara oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq, Kepala Balai Litbang Kementan RI Profesor Rispaheri (kanan), Kadis Ketahanan Pangan Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri Ahmad Izhar (kiri) dan anggota DPRD Karimun HM Taufiq (dua dari kiri). 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kabupaten Karimun kini punya produk beras sendiri, namanya Aura Karimun.

Bertempat di Desa Teluk Radang, Kecamatan Kundur Utara, beras Aura Karimun resmi diluncurkan lansung oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq, Minggu (1/4/2018) siang.

Turut hadir dalam peresmian itu Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Pertanian Profesor Rispaheri dan Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri, Ahmad Izhar, anggota DPRD Karimun HM Taufiq dan sejumlah Kepala OPD Pemkab Karimun serta masyarakat setempat.

Baca: Jadwal LIVE STREAMING Liga1 Hari Ini. Sriwijaya FC vs Persib Bandung Pukul 18.30 WIB di INDOSIAR

Baca: Lagi Asyik Makan di Pujasera Sagulung, Tuti Tak Sadar Tasnya Berisi Uang Rp 3 Juta Diambil Orang

Baca: Suasana Ibadah Paskah di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Tabgha SP Plaza

Beras Aura Karimun sudah mulai diproduksi pada tahap awal ini sebanyak 25 ton. Sementara beras Aura Karimun hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dengan harga jual Rp 12 ribu per kilogram.

"Untuk musim panen berikutnya kita coba 50 hektare dari total lahan yang kita siapkan 275 hektare," ujar Bupati Karimun Aunur Rafiq di lokasi, Minggu.

Saat ini proses pengairan sawah beras Aura Karimun menggunakan proses pengairan tadah hujan.

Pada kesempatan itu juga diresmikan kawasan Bio Industri Padi berupa tempat penggilingan padi bantuan Kementan RI berupa mesin, sedangkan bangunannya menggunakan APBD perubahan Karimun 2017.

"Selain gabah dari sini, nanti juga didatangkan gabah dari Pelalawan, Riau yang petani adalah warga kita juga agar tempat penggilingan padi ini bisa terus beroperasi," kata Rafiq. (yah)

Penulis: Rachta Yahya
Editor: nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help