Kepala Dinkes Kepri Blak-blakan di Karimun, Pasien Cuci Darah di Kepri Terus Bertambah

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, jumlah pasien yang harus menjalani cuci darah rutin terus bertambah secara drastis

Kepala Dinkes Kepri Blak-blakan di Karimun, Pasien Cuci Darah di Kepri Terus Bertambah
tribunbatam/elhadif putra
Kepala Dinkes Kepri di Karimun, Senin (9/7/2018) 

TRIBUNBATAM.ID, KARIMUN-Penderita gagal ginjal semakin banyak. Hal ini tak lepas dari ketidaktepatan masyarakat dalam mengkonsumsi obat-obatan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, jumlah pasien yang harus menjalani cuci darah rutin terus bertambah secara drastis.

Di tahun 2010 terhitung penderita gagal ginjal di Kepri yang harus melakukan cuci darah sebanyak 85 orang. Sementara di tahun 2018 ini tercatat sebanyak 800 lebih pasien yang harus cuci darah di seluruh rumah sakit yang ada di Kepri.

Baca: Empat Kombes Turun ke Polres Tanjungpinang, Soal Pemisahan Tahanan Mencuat. Ada Apa?

Baca: Cukup Bermodalkan Ponsel, Inilah 5 Pekerjaan Beruang yang Anda Bisa Lakukan!

Baca: Inilah 4 Kisah Istri Orang Terkaya di Dunia, Tangguh dan Pintar! Begini Kisah di Baliknya!

Baca: Jangan Panik! Penyakit Asam Urat Dapat Diatasi Pakai 3 Ramuan Alami! Ini Rahasia Membuatnya!

"Kenaikan terus terjadi di setiap tahunnya. Situasi ini karena ada yg tidak cerdas minum obat," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudhyana usai pembukaan acara edukasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) di aula Hotel Aston Karimun, Senin (9/7/2018).

Gema Cermat yang sudah mulai dicanangkan di tahun 2015 ini dilakukan agar masyarakat dapat menggunaan obat yang rasional, atau pasien medapatkan obat yang tepat sesuai dengan sakit yang dideritanya.

Tjetjep menjelaskan akibat mengkonsumsi obat yang tidak rasional dapat membahayakan tubuh dalam jangka panjang. Ia menyebutkan mengkonsumsi obat tidak rasional dapat menyebabkan hipertensi, gagal jantung, stroke dan gagal ginjal.

"Jadi jangan mengkonsumsi obat sembarangan," imbaunya.

Kepala Dinkes Kepri di Karimun, Senin (9/7/2018)
Kepala Dinkes Kepri di Karimun, Senin (9/7/2018) (tribunbatam/elhadif putra)

Sebanyak 160 peserta yang terdiri dari kader-kader kesehatan yang ada di masyarakat mengikuti kegiatan tersebut. Mereka nantinya akan dibina oleh agen of change yang berasal dari tenaga kesehatan san apoteker.

Menurut Tjejep, apabila program Gema Cermat dapat dilaksanakan 100 persen, maka tiga tahun mendatang, tidak ada lagi masyarakat Kepri yang melakukan cuci darah.

"Melalui kader-kader ini akan dapat memberikan informasi kepada masyarakat," ucapnya.

Sementara Staf Ahli Bidang Kemasyrakatan dan Pemberdayaan Manusia Kabupaten Karimun, Usman Ahmad yang mewakili Bupati Karimun Aunur Rafiq menyampaikan

kesehatan masyarakat bukan serta-merta tanggungjawab pemerintah. Namun seluruh pihak, baik swasta, organisasi profesi serta kelembagaan masyarakat harus ikut berperan.

"Semoga gema cermat dapat terus berjalan dengan baik sehingga timbul kesadaran masyarakat dalam menngunakan obat yang benar," tambahnya. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help