Historia

Mengenal Mung Pahardimulyo, Komandan Kopassus di Masa RPKAD. Telan Enam Telur Sanca Sekaligus

Kolonel Moeng lalu mengambil sekitar 6 untaian telur sanca dan lemaknya lalu menelannya mentah-mentah dalam sekejap

Mengenal Mung Pahardimulyo, Komandan Kopassus di Masa RPKAD. Telan Enam Telur Sanca Sekaligus
via tribunjabar
Komandan RPKAD, Kolonel Mung 

TRIBUNBATAM.ID-Pada 1964 pasukan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), sekarang disebut Kopassus, pernah memiliki komandan yang terkenal keras dan disiplin.

Lebih dari itu, ia juga dikenal gemar menerapkan hidup sederhana. Kolonel Moeng Pahardimulyo, namanya.

Salah satu prinsip Kolonel Moeng yang sangat keras adalah setiap prajurit Kopassus, walau hanya bersenjata sebilah pisau komando, harus bisa memenangkan pertempuran serta survive ketika sedang berada di hutan selama berhari-hari.

Baca: TNI AU Nyaris Tembak Jatuh Jet Tempur AS Penyusup Setelah Kepergok Nyelonong ke Bawean!

Baca: Inilah Saegheh, Drone Iran di Suriah Pembikin Israel Kalang Kabut. Ternyata Pakai Teknologi Siluman

Baca: Kisah Sedih Istri Penyelam yang Meninggal saat Selamatkan Tim Bola Thailand di Gua

Baca: Terungkap! Inilah Kerugian Mematikan Centang Biru dan Status Last Seen di WhatsApp Anda

Dalam soal survival Kolonel Moeng memang tidak hanya bisa memberikan perintah tapi langsung memberikan contoh nyata.

Suatu kali Kolonel Moeng melaksanakan inspeksi ke lokasi pendidikan siswa komando di Citatah, Bandung, Jawa Barat.

Dalam suatu latihan survival, siswa komando berhasil menangkap ular sanca yang setelah dikuliti ternyata terdapat sekitar 20 telur di dalam perutnya.

Telur sanca berbentuk untaian seperti batang rokok berderet memanjang itu masih terbungkus balutan lemak yang tebal.

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) salah satu pasukan elite TNI
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) salah satu pasukan elite TNI (INTISARI)

Kolonel Moeng lalu mengambil sekitar 6 untaian telur sanca dan lemaknya lalu menelannya mentah-mentah dalam sekejap.

Semua siswa komando dan para instrukturnya hanya bisa terbelalak melihat ‘keganasan’ Kolonel Moeng saat menelan untaian telur sanca.

Namun para siswa dan pelatih hanya bisa menjawab, ‘Siap...!’ ketika diperintahkan untuk menelan telur-telur sanca yang masih terbalut lemak dengan cara seperti dilakukan oleh Kolonel Moeng. (Intisarionline/Sumber: Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando, Hendro Subroto, Penerbit Buku Kompas, 2009)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved